“Jadi yang diambil MBG bukan yang selama ini sudah berjalan, tetapi dari tambahan anggaran. Dan jumlahnya juga tidak sebesar Rp 335 triliun,” tegasnya lagi.
Lalu dari mana uang anggaran BGN? Seperti dikatakan Menkeu Purbaya, ungkap Deyang, dari kementerian pendidikan hanya salah satunya. Selebihnya pemotongan dari seluruh kementerian dan lembaga lain.
“Jadi mengapa demikian berisik membenturkan dunia pendidikan dengan program MBG. Bahkan sampai pada tingkat provokasi kepada para pendidik,” ujarnya.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Meski ada program MBG, yang terjadi di dunia pendidikan, pemerintah malah membangun Sekolah Rakyat ( SR). Sekolah ini nantinya berjumlah sekitar 514 unit. Tersebar di kota dan kabupaten.
Saat ini sudah 166 sekolah rakyat yg dibangun. Sekolah rakyat ini untuk masyarakat desil 1-3 atau yang benar-benar masyarakat miskin. Bahkan mereka yang belum tercatat dalam kependudukan.
Pemerintah juga meningkatkan jumlah mahasiswa LPDP menjadi 5.750 untuk SI -S3. Tak hanya itu, pemerintah akan membuka fakultas kedokteran di berbagai universitas, tanpa biaya alias gratis karena Indonesia masih kekurangan tenaga dokter.
“Dengan demikian anak-anak dari orangtua yang tidak mampu bisa sekolah di Fakultas Kedokteran di berbagai universitas di Indonesia,” urainya.
Deyang menyebut, pemerintah juga membuka sekolah-sekolah unggulan. Di antaranya ada 40 Sekolah Garuda di seluruh Indonesia. Sekolah ini akan fokus pada bidang sains, teknologi, teknik dan matematika.
Bahkan kepergian Presiden Prabowo saat ini ke Inggris, tambahnya, dalam rangka kerjasama di dunia pendidikan. Presiden akan menandatangani kerjasama dengan universitas-universitas elite di Inggris. Nanti universitas-universitas di Inggris itu akan membuka perguruan tinggi di Indonesia.
Jadi di mana letak adanya program MBG dalam rangka membodohkan rakyat Indonesia? Deyang menyebut jika hal ini narasi yang coba dibangun sekelompok orang.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Padahal, lanjutnya lagi, program MBG dan program pendidikan berjalan beriringan. Karena Kemendikdasmen dan Kemenag menjadi anggota Tim Koordinasi pelaksanan program MBG.
“Program MBG memang belum sempurna. Dan kami mohon maaf bila ada kekurangan. Namun, kami akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik,” aku Deyang.
