Absen di Musancab, Ketua Terpilih PAC PDIP Astanajapura Terancam Disanksi 

Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono ST
EVALUASI: Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono ST menegaskan akan mengevaluasi ketua terpilih PAC Astanajapura yang tidak hadir saat pelaksanaan Musancab, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID-Dinamika internal PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon kembali mencuat. Pasalnya, satu dari 40 PAC PDIP absen dalam pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab).

Imbasnya, Ketua terpilih PAC PDIP Kecamatan Astanajapura, Aditiar Hafiidh Anwar, terancam disanksi.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono ST menegaskan, pelaksanaan Musancab di Kabupaten Cirebon secara umum berjalan lancar.

Baca Juga:AKMI Suaka Bahari Cirebon Siap Perkuat SDM Martim Nasional lewat Wisuda 2026Perkuat Tata Kelola, Pemkab Cirebon Helat Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif

Namun, terdapat satu kecamatan yang belum menyelesaikan agenda tersebut, yakni Kecamatan Astanajapura.

“Musyawarah Anak Cabang di Kabupaten Cirebon alhamdulillah berjalan dengan baik. Menyisakan hanya satu kecamatan yang belum dilaksanakan, yaitu Astanajapura,” kata Ono, kepada Radar Cirebon, saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, absennya ketua terpilih dalam forum tertinggi tingkat kecamatan merupakan persoalan prinsipil.

Karena itu, DPD memutuskan untuk menarik kembali rekomendasi surat keputusan yang telah diterbitkan.

“Rekomendasi SK tentang ketua dan dua calon personal PAC Astanajapura kita evaluasi. Bahkan, saya sudah minta DPC untuk kembali membuka penjaringan nama-nama baru,” tegasnya.

Saat disingung, apakah proses penjaringan akan diulang dari awal, Ono yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu memastikan, pelaksanaan dimulai dari awal.

“Musancab PAC Astanajapura kemarin bisa dikatakan batal karena ketua terpilihnya tidak hadir,” katanya.

Baca Juga:Disnaker Rencanakan Relokasi ke Eks PTSPMushaf Alquran Isyarat 30 Juz Pertama di Dunia Dipamerkan Indonesia di Kairo

Ia mengaku belum mengetahui alasan pasti ketidakhadiran Aditiar. Namun, Ono menekankan, kehadiran dalam Musancab adalah bentuk komitmen kader terhadap keputusan dan mekanisme partai.

Sementara itu, Aditiar Hafiidh Anwar memberikan klarifikasi. Ia membantah ketidakhadirannya sebagai bentuk pembangkangan atau skenario tertentu.

Menurutnya, ketidakhadiran itu murni karena kondisi darurat keluarga. “Malam sebelum hari H, kiai saya terkena serangan jantung. Saya harus mendampingi sampai dirujuk ke Mitra Plumbon. Situasinya mendesak dan tidak bisa ditinggalkan. Ini bukan by desain,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon itu juga mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Rudiana SE MAP pada malam setelah jadwal Musancab, dan hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari DPD.

“Saya siap sepenuhnya. Kalau Musancab harus diulang, saya siap hadir dan mengikuti seluruh proses,” tegasnya. (sam)

0 Komentar