Pedagang Pigura Kian Terpuruk, Tempat Relokasi yang Disediakan Pemkot Cirebon Tidak Mendukung 

pedagang pigura Sukalila
SEPI: Eks pedagang pigura Sukalila Selatan menempati lokasi baru sekitar 100 meter dari lapak lama. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pembongkaran lapak di kawasan Sungai Sukalila, Kota Cirebon, berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha pedagang seni figura.

Sejak penggusuran, para pedagang terpaksa berpencar mencari lokasi usaha baru. Kondisi tersebut membuat omzet anjlok drastis hingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, pedagang seni figura terpusat di kawasan Sukalila Selatan sehingga mudah diakses pembeli.

Baca Juga:AKMI Suaka Bahari Cirebon Siap Perkuat SDM Martim Nasional lewat Wisuda 2026Perkuat Tata Kelola, Pemkab Cirebon Helat Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif

Namun, pascapembongkaran, para pedagang kehilangan lokasi berjualan bersama dan harus mencari tempat usaha masing-masing tanpa adanya wadah yang terorganisir.

Ketua Pedagang Figura Sukalila, Budi, mengatakan kondisi ekonomi pedagang kini semakin terpuruk. Jika sebelumnya masih ada pelanggan yang datang setiap hari, saat ini pemasukan nyaris tidak ada.

“Sekarang sehari kadang tidak dapat apa-apa. Untuk makan saja susah,” kata Budi, Selasa (2/2/2026).

Ia menambahkan, lokasi relokasi yang ditawarkan Pemerintah Kota Cirebon dinilai tidak strategis dan sulit mendatangkan pembeli.

Akibatnya, tidak ada satu pun pedagang figura yang menempati lokasi tersebut.

Sebagian pedagang memilih berjualan di tempat lain, bahkan ada yang memutuskan pulang kampung karena keterbatasan modal.

Kondisi serupa dialami Diki, salah satu pedagang figura yang kini membuka lapak di sekitar kawasan Sukalila. Ia mengaku omzetnya menurun tajam sejak pembongkaran.

Baca Juga:Disnaker Rencanakan Relokasi ke Eks PTSPMushaf Alquran Isyarat 30 Juz Pertama di Dunia Dipamerkan Indonesia di Kairo

“Dulu bisa lima sampai sepuluh pelanggan sehari. Setelah dibongkar, pernah seharian tidak ada pembeli sama sekali,” ujarnya.

Menurut Diki, lokasi relokasi yang disediakan pemkot tidak mendukung aktivitas usaha. Ia akhirnya memilih menyewa lapak sendiri dengan biaya mencapai Rp10 juta per tahun, meski dinilai memberatkan.

Para pedagang berharap pemerintah dapat menyediakan satu lokasi khusus yang terpusat bagi perajin seni figura.

Selain memudahkan pembeli, keberadaan lokasi terpusat dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan seni figura sebagai salah satu ciri khas Kota Cirebon. (ade)

0 Komentar