Prabowo Subianto Sebut Hampir Seluruh TPA di Indonesia Kolaps 2028

Presiden Sebut Hampir Seluruh TPA di Indonesia Kolaps 2028
PUSAT-DAERAH: Presiden Prabowo Subianto menyalami para kepala daerah pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026). Foto: BPMI SETPRES
0 Komentar

Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Konsolidasi aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. “Kita telah bentuk dana Sovereign Wealth Fund. Saya telah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan, yang nilainya adalah 1 triliun USD. Lengkapnya adalah 1.040 miliar dolar asset under management,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan dan hal tersebut harus dihadapi secara jujur dan bersama-sama.

“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden.

Baca Juga:Wisata Kuliner Sentra Batik Trusmi Meredup, Disdagin: 40 Kecamatan Sudah Kebagian, Belum Dijadwal UlangSentra Batik Trusmi Sempat Digadang-gadang Jadi Pusat Kuliner Cirebon, Kini Redup, Lapak Ditinggal

Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang politik, golongan, maupun kepentingan, untuk bersatu dan berjuang bersama menghapus kemiskinan dari Indonesia. Menurut Presiden, tantangan tersebut tidak boleh dihadapi dengan keraguan atau sikap menyerah, melainkan dengan tekad dan kerja nyata.

“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden juga secara terbuka mengingatkan peran dan tanggung jawab para pemimpin di semua tingkat. Ia menekankan bahwa unsur kepemimpinan dan elit di berbagai bidang memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

“Sekarang saya gugah kita semua, saya gugah, mari kita semua sebagai pemimpin, mar sekarang membulatkan tekad kita, membenahi diri kita dan unsur kita, dan lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita,” ujar Presiden.

0 Komentar