Wisata Kuliner Sentra Batik Trusmi Meredup, Disdagin: 40 Kecamatan Sudah Kebagian, Belum Dijadwal Ulang

Gemerlap Sentra Batik Trusmi Pusat Kuliner Meredup
MULAI REDUP: Kondisi Centra Pasar Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/2/2026). Sebelumnya, lokasi itu sempat ramai dan digadang-gadang menjadi ikon wisata kuliner dan batik. Kini di dalam kawasan itu tersisa 12 pedagang yang masih bertahan. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon, Ardiles Alfa Jatiwantoro membenarkan sudah tidak ada lagi kegiatan dan event di pusat kuliner di Sentra Batik Trusmi.

Menurutnya, selama ini keramaian di pusat kuliner itu ditopang oleh sistem rolling event yang melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Setiap pekan, satu kecamatan dijadwalkan mengisi kegiatan agar kawasan tersebut tetap hidup dan ramai pengunjung.

Baca Juga:Anggota DPRD Dorong Pemberdayaan Warga Kesambi lewat Kelompok Ternak DombaKetika Akta Cerai Online di Cirebon Mudah Diakses: Klik, Unduh, Resmi Berpisah

“Off-nya itu pas tanggal 14 Desember 2025 lalu. Setiap Minggu itu kan digilir satu kecamatan untuk mengisi event agar pusat kuliner di Weru itu ramai. Kebetulan seluruh 40 kecamatan sudah selesai semua. Dan belum dijadwal ulang,” kata Ardiles kepada Radar Cirebon, Minggu (1/2/2026).

Rencananya, lanjut Ardiles, di Februari ini pihaknya akan membicarakan persoalan tersebut dengan wakil bupati agar kegiatan dan event di pusat kuliner Trusmi itu kembali bergeliat.

“Secepatnya kita akan membahas ini dengan Pak Wabup agar pusat kuliner di Centra Batik Trusmi kembali hidup,” ucapnya.

Ardiles menyadari bahwa keberadaan Centra Batik Trusmi sebagai pusat kuliner masih banyak yang perlu dibenahi.

“Intinya masih banyak PR. Pembenahan untuk menghidupkan event juga akan melibatkan Disbudpar,” ucapnya.

Terpisah, Camat Weru Hevazi Aldahary SSTP mengatakan banyak pedagang yang menjerit akibat tidak ada kegiatan dan event di Centra Batik Trusmi.

Selama ini, kata Alda –sapaan akrab Camat Weru, seluruh kegiatan dan event banyak ditopang oleh 40 kecamatan yang di-rolling setiap minggunya.

Baca Juga:DPUTR Diminta Cek Jalan Berlubang, Semakin Banyak di Kota Cirebon Seiring Tingginya Curah HujanBKPSDM Cirebon Evaluasi Sistem Absensi ASN Ade: Disiplin Itu Dimulai dari Pengawasan Langsung

“Satu minggu itu satu kecamatan mengisi event atau kegiatan di malam Sabtu dan malam Minggu. Sementara dukungan anggaran dari pemerintah daerah tidak ada. Ini repot,” ungkapnya.

Padahal untuk meramaikan itu yang dibutuhkan adalah sound system maupun sarana olahraga yang disediakan pemerintah.

Pun penerangannya. Itu sangat minim. “PJU-nya bukan yang di jalan. Tapi, di tempat event-nya. Ketika formulasi itu sudah disiapkan pemerintah, otomatis pusat kuliner itu akan ramai.

Tinggal berkolaborasi dengan para seniman untuk menghidupkan pusat ekonomi baru,” paparnya, kemarin.

0 Komentar