Damkar Terkecoh Laporan Palsu hingga Tangani Urusan Sepele, Ini Kisahnya!

Petugas Damkar Kabupaten Cirebon
SIAGA: Petugas Damkar Kabupaten Cirebon kerap menerima laporan di luar tupoksi sebagai pemadam kebakaran, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Petugas pemadam kebakaran (damkar) tak hanya berjibaku dengan api. Di balik sirene dan armada yang melaju cepat, tersimpan cerita tentang waktu dan tenaga yang kerap terkuras bukan karena kebakaran, melainkan oleh laporan palsu serta permintaan bantuan sepele dari oknum warga.

Salah seorang personel Damkar Pos Jaga Palimanan, Sarwadi mengungkapkan, beberapa tahun lalu dirinya pernah terkecoh laporan palsu yang diterima langsung di pos jaga.

Saat itu, seorang anak muda datang dan melaporkan adanya kebakaran di sebuah toko baja di wilayah Pegagan, Kecamatan Palimanan.

Baca Juga:AKMI Suaka Bahari Cirebon Siap Perkuat SDM Martim Nasional lewat Wisuda 2026Perkuat Tata Kelola, Pemkab Cirebon Helat Pelatihan Manajemen Risiko Eksekutif

“Terdorong rasa kemanusiaan, kami langsung bergerak lengkap dengan armada. Tapi setelah dicari cukup lama, tidak ditemukan kebakaran seperti yang dilaporkan,” ungkapnya kepada Radar Cirebon, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, setiap laporan yang masuk selalu ditanggapi serius karena berpotensi menyangkut keselamatan jiwa.

Namun laporan palsu semacam itu sangat merugikan, karena menyita waktu, energi, dan kesiapsiagaan petugas.

Selain laporan palsu, damkar juga kerap diminta menangani persoalan yang sejatinya bukan tugas utama.

Sarwadi mencontohkan, sekitar dua minggu lalu, seorang perempuan meminta bantuan kepada damkar karena mencium bau busuk dari atas plafon rumahnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini sebenarnya masih bisa dibantu saudara atau tetangga sekitar. Tapi ibu tersebut menyampaikan tidak punya siapa-siapa yang bisa membantu.

“Karena rasa kemanusiaan, akhirnya kami tetap datang dan tangani,” katanya.

Baca Juga:Disnaker Rencanakan Relokasi ke Eks PTSPMushaf Alquran Isyarat 30 Juz Pertama di Dunia Dipamerkan Indonesia di Kairo

Komandan Regu (Danru) 2 Damkar Pos Jaga Palimanan, Taufan mengakui, kejadian serupa masih sering terjadi di lapangan.

Bahkan, tak jarang petugas diminta melakukan hal remeh seperti mengambil bola voli yang tersangkut di pohon.

Taufan menegaskan, pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik. Namun di sisi lain, ia khawatir tugas utama damkar justru terbengkalai akibat banyaknya permintaan di luar tupoksi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Eno Sudjana mengakui, pihaknya masih kerap menerima keluhan dari anggota damkar terkait panggilan iseng dan permintaan bantuan yang tidak mendesak.

“Ada yang minta dibetulkan genteng bocor, ada juga yang minta mengevakuasi tikus atau ular yang sudah mati. Bahkan pernah ada yang menelpon hanya untuk menginformasikan ada kucing kawin,” ungkapnya.

0 Komentar