Homestay SMPN 6 Cirebon: Program Lama, Polemik Baru, Sekolah Sebut Ada Miskomunikasi

Homestay SMPN 6 Cirebon, Sekolah Sebut Ada Miskomunikasi
BERI PENJELASAN: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Cirebon yang juga Wakil Ketua Pelaksana Homestay, Taufik Yulianto SPd ditemui sekolah setempat, Jumat (6/2/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Sekolah menyayangkan informasi yang berkembang tanpa konfirmasi. Menurut Taufik, hal tersebut memunculkan stigma negatif seolah sekolah kembali membebani orang tua dengan biaya. “Padahal ini bukan untuk jalan-jalan. Ini kegiatan sekolah. Kalau ada yang kurang jelas, seharusnya dikomunikasikan. Kami terbuka,” katanya.

Ia menilai polemik ini lebih disebabkan miskomunikasi antara siswa dan orang tua. Antusiasme siswa untuk ikut bersama teman-temannya kerap berujung pada tekanan kepada orang tua, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga.

Rencana homestay kelas VIII di Desa Wisata Cibuntu sendiri masih bersifat tentatif. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada April 2026, tepatnya tanggal 6, 7, dan 8, selama tiga hari dua malam. Namun pelaksanaannya masih akan dievaluasi. “Ini baru rencana. Tahun-tahun sebelumnya off. Tahun 2026 ini kita coba lagi, tapi ke depan tetap kita lihat situasinya,” ujar Taufik.

Baca Juga:PDAM Kota Cirebon Siagakan Mobil-mobil Tangki untuk Kirim Air Bersih ke Pelanggan TerdampakKeuangan Merosot, PD Pembangunan Kota Cirebon Akui Rumahkan Karyawan

Soal rincian anggaran Rp700 ribu, Taufik menyebut hal itu berada di ranah bendahara dan komite. Namun ia membenarkan bahwa komponen biaya seperti sewa homestay sekitar Rp200 ribu dan kebutuhan kegiatan lainnya memang tercantum dalam data yang beredar. “Rapat itu mengundang semua orang tua kelas delapan. Semua diundang,” pungkasnya. (*)

0 Komentar