Duet Rhoma Irama dan April Jadi Simbol Estafet Dangdut Indonesia

Rhoma Irama
Duet Rhoma Irama dan April
0 Komentar

CIREBON – Konser peringatan 8 dekade Rhoma Irama di Stadion Ranggajati, Cirebon, Sabtu malam, 7 Februari 2026, tak sekadar menjadi perayaan usia seorang legenda. Panggung tersebut berubah menjadi ruang simbolik perjalanan dan masa depan musik dangdut Indonesia.

Momen paling menyita perhatian publik terjadi ketika Rhoma Irama tampil satu panggung bersama April, penyanyi muda berusia 14 tahun asal Cirebon. Duet lintas generasi ini menjadi sorotan karena menghadirkan pertemuan antara sang Raja Dangdut dengan talenta muda yang tengah naik daun.

Keduanya membawakan lagu “Dasi dan Gincu” serta “Suara Gendang”. Penonton menyaksikan harmoni unik antara pengalaman panjang Rhoma Irama dan karakter vokal April yang segar namun terkontrol. Pertunjukan tersebut terasa seperti dialog musikal antara generasi lama dan generasi baru dangdut.

Baca Juga:Persib vs Ratchaburi di ACL 2, Debut Layvin Kurzawa Makin Dekat di Laga PenentuanFebri Haryadi Dipinjamkan ke Persis Solo, Strategi Persib Kembalikan Sang Winger ke Performa Terbaik

Pilihan Rhoma Irama menggandeng April tentu bukan tanpa alasan. Selama ini, Rhoma dikenal sangat selektif dalam urusan regenerasi dangdut. Ia kerap menekankan pentingnya menjaga pakem, karakter, dan nilai musik dangdut di tengah perubahan zaman.

April, yang dikenal sebagai alumnus D’Academy 7, dinilai memiliki modal kuat untuk itu. Suaranya dinilai alami, teknik vokalnya rapi, serta memiliki karakter khas yang jarang dimiliki penyanyi seusianya. Lebih dari itu, April menunjukkan sikap hormat terhadap dangdut klasik yang menjadi fondasi genre ini.

Jejak digital April di berbagai platform, terutama YouTube, memperlihatkan konsistensi bermusik sejak usia dini. Ia kerap membawakan lagu-lagu dangdut berat dengan penghayatan yang matang. Hal inilah yang diyakini membuat Rhoma melihat April sebagai calon penerus nilai dan ruh dangdut, bukan sekadar fenomena sesaat.

Fakta bahwa April berasal dari Cirebon juga memberi makna tersendiri. Dangdut lahir dan tumbuh dari denyut masyarakat daerah. Dengan mengajak penyanyi muda dari luar pusat industri hiburan, Rhoma Irama seakan menegaskan kembali identitas dangdut sebagai musik rakyat.

Duet ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa perbedaan usia menjadi hambatan dalam industri musik. Di atas panggung, Rhoma Irama dan April tampil sejajar, saling mengisi tanpa meniadakan identitas masing-masing. Perbedaan generasi justru menjadi kekuatan.

0 Komentar