KUNINGAN–Pemda Kuningan memulai rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan dengan menurunkan delapan tim secara serentak selama empat hari, menjangkau 32 kecamatan di seluruh wilayah Kuningan pada Selasa (3/3) malam.
Tim I yang dipimpin langsung Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, melaksanakan Tarling di Masjid Jami Babul Hikmah, Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin.
Momentum Tarling ini tidak hanya menjadi agenda ibadah rutin, tetapi juga ruang silaturahmi dan dialog antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Baca Juga:Bagaimana Hukum Wanita Haid atau Junub yang Masuk Masjid? Ini Penjelasannya!Lapangan Atletik Ditumbuhi Rumput Liar, Kondisi Sport Center Indramayu Memprihatinkan
Kepala Desa Citenjo Didi Sudiana mengaku bangga desanya menjadi lokasi Tarling tingkat kabupaten. Ia berharap kehadiran bupati dan jajaran membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di wilayahnya.
“Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Citenjo, kami mengucapkan wilujeng sumping. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan, termasuk kondisi jalan desa yang masih perlu perbaikan,” ujarnya, Rabu (4/3).
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang untuk mendengar dan merasakan langsung kondisi masyarakat di lapangan. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum tepat untuk memperkuat harmoni antara kebijakan dan kebutuhan warga.
“Tarling ini adalah perjalanan batiniah untuk mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, mendekatkan kebijakan dengan kenyataan di lapangan, serta mendekatkan pembangunan dengan nilai-nilai keimanan,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa arah pembangunan Kuningan harus dimulai dari desa. Desa yang mandiri dan kuat, lanjutnya, akan mempercepat kemajuan kabupaten secara menyeluruh.
“Desanya maju, kabupaten maju. Desanya tidak maju, Kuningan tidak maju. Maka membangun harus dimulai dari desa,” tegasnya.
Terkait infrastruktur, Bupati Dian menyebut sebelum Lebaran pemerintah daerah menargetkan perbaikan di 120 ruas jalan. Ia mengakui keterbatasan APBD menjadi tantangan, namun optimistis pembangunan bisa dituntaskan secara bertahap dengan dukungan semua pihak.
Baca Juga:Petugas SAR Gabungan Lakukan Pencarian 4 ABK Hilang di Perairan Pulau BiawakJadi Penyumbang Produksi Ikan Terbesar di Jabar, Kabupaten Indramayu Raih Penghargaan
“Sebelum Lebaran sudah ada perbaikan jalan di 120 ruas. Memang membangun tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kondisi APBD kita terbatas. Tapi insyaallah kita selesaikan bersama,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan persoalan pengelolaan sampah dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif membangun desa dan daerah. (ags)
