Lapangan Atletik Ditumbuhi Rumput Liar, Kondisi Sport Center Indramayu Memprihatinkan

Sport Center Indramay
PRIHATIN: Sejumlah warga duduk di tribun lapangan atletik kawasan Sport Center Indramayu, Selasa (3/3). Revitalisasi Sport Center Indramayu batal, membuat bangunan terbengkalai. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Harapan para atlet dan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk melihat revitalisasi Sport Center (SC) Indramayu tampaknya harus kembali tertunda. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu sempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk proyek revitalisasi kawasan olahraga tersebut. Namun, rencana itu dialihkan ke sektor lain setelah dilakukan evaluasi oleh Gubernur Jawa Barat pada akhir tahun 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (3/3), kondisi SC Indramayu saat ini terlihat memprihatinkan. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, bahkan beberapa bagian pagar besi dilaporkan hilang. Tidak hanya itu, lapangan atletik yang menjadi pusat aktivitas olahraga juga tampak ditumbuhi rumput liar di sejumlah titik.

Ironisnya, meski dalam kondisi kurang terawat, kawasan SC Indramayu hampir setiap hari tetap dikunjungi masyarakat. Warga memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga ringan, bersantai, hingga sekadar duduk di tribun.

Baca Juga:Petugas SAR Gabungan Lakukan Pencarian 4 ABK Hilang di Perairan Pulau BiawakJadi Penyumbang Produksi Ikan Terbesar di Jabar, Kabupaten Indramayu Raih Penghargaan

Salah seorang warga Indramayu, Zaenal (46), mengaku prihatin dengan kondisi fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat tersebut. Menurutnya, Sport Center seharusnya menjadi ruang publik yang tertata dan representatif.

“Kalau cuaca tidak hujan, lapangan masih bisa digunakan untuk olahraga. Tapi kalau setelah hujan, biasanya tergenang air dan jadi tidak bisa dipakai. Ditambah lagi banyak rumput liar di sekitar lintasan atletik,” ujarnya.

Zaenal juga mengaku sempat membaca informasi di media daring bahwa pemerintah daerah telah menganggarkan dana untuk revitalisasi SC dan direncanakan mulai dibangun pada 2026. Namun, setelah adanya evaluasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, anggaran tersebut dialihkan untuk program pembangunan lainnya.

“Kami sebagai warga tentu berharap SC bisa diperbaiki secara menyeluruh. Supaya lebih tertata, lebih bagus, dan nyaman digunakan masyarakat untuk berolahraga,” tambahnya.

Senada dengan itu, warga lainnya, Nurudin (53) menilai, Sport Center Indramayu bukan hanya sekadar tempat olahraga, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi. Setiap akhir pekan, terutama hari Minggu, kawasan tersebut kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak pelaku UMKM di sekitar pusat Indramayu kota.

“Kalau hari Minggu biasanya ramai, banyak pedagang kecil yang berjualan. Jadi bukan cuma tempat olahraga, tapi juga membantu ekonomi warga. Makanya perlu penataan yang lebih baik dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

0 Komentar