Petugas SAR Gabungan Lakukan Pencarian 4 ABK Hilang di Perairan Pulau Biawak

Pelabuhan Karangsong
PENCARIAN ABK: Kapal SAR gabungan melakukan penyisiran dari Pelabuhan Karangsong, Indramayu menuju Pulau Biawak untuk mencari empat korban hilang, Senin (2/3). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Kecelakaan laut terjadi di perairan sekitar Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, Sabtu (28/2/2026) malam. Kapal nelayan KM Almujib berukuran 6 Gross Ton (GT) diduga tertabrak kapal tongkang saat sedang berlabuh dalam kondisi mesin mati.

Akibat insiden tersebut, dua anak buah kapal (ABK) dinyatakan meninggal dunia. Empat lainnya masih hilang, dan dua ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Hingga hari kedua pencarian kemarin, petugas SAR gabungan masih terus menyisir lokasi kejadian untuk menemukan empat korban yang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terdiri dari Satpolair Polres Indramayu, Ditpolairud Polda Jabar, Basarnas Cirebon, TNI AL, Tagana, BPBD Indramayu, serta Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP). Proses pencarian dilakukan dengan mengerahkan sejumlah kapal patroli dan perahu karet untuk memperluas area penyisiran.

Baca Juga:Jadi Penyumbang Produksi Ikan Terbesar di Jabar, Kabupaten Indramayu Raih PenghargaanBupati Indramayu Lucky Hakim Teken Deklarasi Bersama, Tegaskan Komitmen Dukung Kawasan Rebana

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00. KM Almujib yang diawaki delapan ABK di bawah nakhoda Jupri Priyanto, berangkat dari Pelabuhan Karangsong pada pukul 13.00 menuju perairan Pulau Biawak untuk menebar jaring.

“Setelah selesai bekerja, para ABK beristirahat di atas kapal dengan kondisi mesin dimatikan. Sekitar pukul 22.00, salah satu ABK terbangun dan melihat kapal tongkang bernomor lambung 3009 sudah dalam jarak sangat dekat,” ujar Asep, Senin (2/3).

Karena mesin kapal dalam keadaan mati, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan KM Almujib terseret sekitar 10 menit sebelum akhirnya kemasukan air dan tenggelam.

Pada Minggu (1/3), petugas berhasil mengevakuasi empat korban, terdiri dari dua korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Dua korban selamat masing-masing Carudin (48), warga Desa Brondong, dan Agus Sulistiyo (20), warga Kelurahan Paoman. Sementara korban meninggal dunia adalah Jupri alias Kempot (35), warga Desa Pabean Udik, dan Wandi (39), warga Desa Karangsong.

Adapun empat ABK yang masih dalam pencarian yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50).

Asep menambahkan, berdasarkan pemetaan SAR Basarnas, titik koordinat pencarian terus bergeser mengikuti arus laut dan diperkirakan mengarah ke timur, mendekati wilayah perairan Cirebon. Empat kapal dikerahkan dalam operasi ini, tiga di antaranya bertolak dari Pelabuhan Karangsong, sementara satu kapal Basarnas bergerak dari Pelabuhan Cirebon menuju lokasi kejadian. “Semoga korban segera ditemukan,” pungkasnya. (oni)

0 Komentar