Jalan Rusak dan Mirip Kubangan di Cirebon, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan 

jalan rusak
JALAN AMBYAR: Warga Tegalsari meluapkan protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak dengan memasang poster sindiran, kemarin. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Cirebon kembali dikeluhkan warga.

Di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, masyarakat bahkan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes karena jalan yang rusak tak kunjung diperbaiki.

Aksi tersebut dilakukan warga di Jalan Otista, tepatnya sekitar 100 meter di sebelah utara SMP Negeri 2 Plered, pada titik kerusakan yang dinilai paling parah.

Baca Juga:SDN Kebon Baru 4 Berbagi SembakoSkenario Hadapi Harga Minyak Dunia, Terburuk, Ambil Langkah Penyesuaian Fiskal Hingga Efisiensi Belanja Negara

Salah seorang pengguna jalan, Dian Kusdianto (37) mengatakan, kondisi jalan di sepanjang ruas tersebut sangat memprihatinkan. Kerusakan bahkan terjadi sejak dari gapura SMPN 2 Plered hingga ujung jalan arah utara.

“Dari gapura SMP 2 Plered sampai mentok ke arah utara rusaknya parah sekali,” kata Dian kepada Radar Cirebon, Senin (16/3).

Menurutnya, panjang jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 500 meter. Lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan harus melaju sangat pelan agar tidak terperosok.

Padahal, jalan tersebut merupakan akses alternatif yang cukup penting bagi masyarakat. Selain menghubungkan Desa Tegalsari dan Desa Kaliwulu, ruas jalan itu juga digunakan warga untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, warga khawatir kondisi jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan karena mobilitas masyarakat diperkirakan akan meningkat.

Keluhan juga disampaikan warga Desa Tegalsari lainnya, Ipung Saeful Rahman (40). Ia mengatakan kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sekitar lima tahun.

Pada tahun 2025 lalu, kata Ipung, warga sempat memperbaiki jalan secara swadaya. Namun, karena keterbatasan kualitas perbaikan, kondisi jalan kembali rusak.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Berupaya Pulangkan Sinta, Korban Dugaan Pengantin Pesanan di ChinaJalan Dompyong – Karangwangun Rusak Parah Sejak 2018, Warga Tanam Pohon Pisang 

“Dulu pernah diperbaiki secara swadaya oleh warga tahun 2025, tapi sekarang rusak lagi,” ujarnya.

Ipung juga mengaku pernah mengalami kejadian yang hampir membahayakan keluarganya akibat kondisi jalan tersebut.

“Waktu itu istri saya sedang hamil muda. Hampir saja keguguran karena jatuh saat melewati jalan yang rusak,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar jalan tersebut lebih aman dilalui masyarakat.

Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Mundu Pesisir terkait kondisi ruas jalan Mundu Pesisir-Pamengkang di Blok Kalijaga yang dinilai semakin rusak dan membahayakan pengguna jalan.

0 Komentar