Media Israel sendiri menyebut terjadi kerusakan besar. Banyak rudal tak berhasil dicegat. Bangunan luluh lantak. Juga infrastruktur penting hancur.
Salah satu rudal Iran menyerang Ness Ziona yang merupakan salah satu Institut Penelitian Biologi, pusat penelitian paling rahasia di Israel. Nama tempatnya Israel Institute for Biological Research, pusat pengembangan senjata biologis dan kimia, menurut laporan Human Rights Watch.
Perlu diketahui bahwa penutupan Selat Hormuz dianggap sebagai pernyataan perang terhadap dunia Barat. Karenanya bisa menjadi kampanye media besar-besaran akan menyerang Iran.
Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini
AS dan sekutunya (termasuk Angkatan Laut AS di Teluk) sudah merespons dengan kera. Bahkan bisa sampai adanya invasi darat ke Iran jika tidak ada kesepakatan.
Apa Iran masih mau bernegosiasi? Menurut Ben sepertinya Iran tak mau damai. Bagi Iran, serangan AS dianggap penghinaan besar. Dan walaupun fasilitas nuklirnya tidak hancur total, program mereka tetap tertunda beberapa bulan atau bahkan tahun ke depan.
Yang bikin suasana makin panas Rusia ikut masuk dalam permainan. Wakil Dewan Keamanan Nasional Rusia mengatakan jika AS sedang mendorong dunia ke arah perang besar.
“Dan ada negara-negara (antaranya Rusia) yang siap mempersenjatai Iran dengan senjata nuklir jika diperlukan,” katanya.
Bahkan Putin sendiri memperingatkan jika dunia sedang menuju ke arah Perang Dunia Ketiga. Artinya penutupan Selat Hormuz bukan sekadar konflik regional. Juga bukan cuma krisis Timur Tengah. Tapi perang militer global yang bisa menyeret banyak negara, termasuk Indonesia.
India, misalnya, sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah. Karena sekitar 40 persen minyak mereka impor dan 50 persen LNG-nya lewat Selat Hormuz. Penutupan ini menyebabkan harga minyak melonjak, inflasi, dan gangguan ekonomi di India.
Begitu juga Indonesia yang mengimpor lebih dari 50 persen kebutuhan minyak dan LPG-nya. Jika Iran menutup Selat Hormuz, Indonesia akan terkena dampak besar karena jalur ini mengangkut 20 persen minyak dunia.
Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup
Sebagai pengimpor minyak, banyak efeknya. Harga BBM naik drastis karena minyak dunia bisa tembus USD 150 per barel, memicu inflasi dan kenaikan harga barang.
