Dana Desa Belum cair, Kuwu Cipeujeuh Kulon Pakai Uang Pribadi untuk Honor Lembaga Desa, Habis Rp100 Juta

desa cipeujeuh kulon
Akses gerbang masuk Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kepala Desa atau Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Lili Mashuri, terpaksa harus merogoh kocek pribadi untuk membayar honor lembaga desa, karena dana desa belu cair.

Penyaluran honor tersebut diberikan kepada berbagai unsur kelembagaan desa, mulai dari perangkat desa, RT, RW, PKK, Posyandu, Linmas, Karang Taruna, hingga DKM masjid.

Menurut Lili Mashuri, kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang selalu dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk apresiasi atas kinerja lembaga desa.

Baca Juga:Tol Layang MBZ Paling Horor, Tak Siap Hadapi MudikResmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim Sebelumnya

Tujuannya untuk pembagian honor Walaupun Dana Desa belum cair,Kuwu Desa Cipejeh kulon, wajib berikan hak honor apa lagi mereka mengharapkan.

“Di saat besok akan lebaran.dan ini sudah jadi rutinitas setiap menjelang Lebaran, tetap kita bagikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pihak yang menerima honor merasa senang dan terbantu dengan adanya pembagian tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Lili mengaku menggunakan dana talangan pribadi sambil menunggu pencairan Dana Desa.

“Alhamdulillah saya talangi dulu. Nanti kalau Dana Desa sudah cair, baru dikembalikan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total dana yang dikeluarkan untuk honor lembaga desa mencapai lebih dari Rp100 juta.

Lili juga mengimbau kepada pemerintah desa lainnya agar segera melengkapi proses administrasi, khususnya pengunggahan data yang menjadi syarat pencairan Dana Desa.

Baca Juga:Destinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut IniMasyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM Aman

“Bagi yang belum upload data, segera diselesaikan agar anggaran bisa segera dicairkan, kemungkinan setelah Lebaran,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa hingga saat ini Dana Desa memang belum cair, sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman terkait kebijakan yang diambil pemerintah desa.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan desa tidak lepas dari peran aktif seluruh lembaga yang menjadi tulang punggung pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ini satu kesatuan. Kuwu bisa berjalan karena dukungan lembaga di bawah. Jadi bagaimanapun caranya, honor itu harus tetap diberikan,” pungkasnya. (alimudin)

0 Komentar