RADARCIREBON.ID – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon berencana melakukan revitalisasi Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon sebagai upaya pelestarian cagar budaya.
Menurut dia, Keraton Kasepuhan merupakan bangunan bersejarah yang masih terawat hingga saat ini. Namun, revitalisasi perlu dilakukan agar menjadi lebih baik.
Didampingi Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin dan Walikota Cirebon Effendi Edo, Fadli Zon berkeliling kompleks keraton seluas sekitar 25 hektare untuk melihat kondisi bangunan bersejarah tersebut.
Baca Juga:Kisah Cinta Sutan Syahrir dan Putri Pura Mangkunegaran di Kaki Gunung CiremaiWFH No, Naik Sepeda Oke
Ia mengapresiasi kondisi Keraton Kasepuhan yang masih terawat, meski dinilai memerlukan sejumlah perbaikan. Keraton yang dibangun sejak abad ke-15 itu juga memiliki nilai sejarah tinggi dan akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
“Ada beberapa bagian yang perlu direvitalisasi karena ini merupakan bangunan bersejarah. Secara arsitektur, keraton ini menunjukkan perkembangan dari abad ke-15 hingga ke-18,” ujarnya.
Salah satu titik yang akan menjadi fokus revitalisasi adalah kawasan Keraton Pakungwati, khususnya pendopo yang diyakini sebagai tempat awal Sunan Gunung Jati. Penataan akan dilakukan dengan menyesuaikan lanskap aslinya.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penguatan museum keraton, terutama dari sisi narasi, literasi, dan tata pamer, agar lebih informatif bagi pengunjung.
Fadli Zon juga menyoroti keberadaan tanaman langka dan tanaman obat di area keraton. Ia mendorong pendokumentasian ilmiah, termasuk penamaan Latin dan pemanfaatan teknologi seperti barcode untuk edukasi.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan keraton-keraton di Cirebon, termasuk Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
Revitalisasi ini diharapkan menjadikan Keraton Kasepuhan sebagai destinasi budaya unggulan dengan pengelolaan setara museum nasional, sekaligus memperkuat identitas budaya Cirebon. (cep)
