Kisah Cinta Sutan Syahrir dan Putri Pura Mangkunegaran di Kaki Gunung Ciremai

kisah cinta syahrir dan putri solo
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengunjungi Gedung Syahrir di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Foto: Dian Rachmat Yanuar/Ig - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sutan Syahrir punya jejak sejarah penting bagi upaya diplomasi dan proses kemerdekaan Republik Indonesia saat berlangsung Perundingan Linggarjati yang terjadi di Kabupaten Kuningan.

Selain jejak sejarah bagi bangsa, kisah yang begitu personal bagi Sutan Syahrir juga terjadi di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus yang berada di kaki Gunung Ciremai.

Momen perundingan dengan delegasi Belanda mempertemukannya dengan Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani.

Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way

Putri Solo yang merupakan Putri Pura Mangkunegaran yang saat itu terkenal karena pintar, cantik dan piawai menunggang kuda.

Di Linggarjati, Syahrir menemukan cinta. Dia sempat menaruh hati pada Putri Pura Mangkunegaran.

Dalam buku Peran Besar Bung Kecil, Syahrir dan Gusti Raden Ayu Siti Nurul bertemu di kaki Gunung Ciremai, Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan.

“Saya ketemu di Linggarjati,” kata Gusti Raden Ayu Siti Nurul yang pada waktu itu hadir di Gedung Perjanjian Linggarjati.

Gusti Raden Ayu Siti Nurul waktu itu hadir bersama Mangkunegara VIII, istri dan ibunya. Mereka menginap di Gedung Perjanjian Linggarjati.

Pertemuan lainnya terjadi di Jakarta, terutama saat dilaksanakan rapat kabinet. Terutama bila Keraton Pura Mangkunegaran diundang rapat.

Sejarawan, Rushdy Hoesein menyebutkan bahwa Sjahrir dan Putri Mangkunegaran sempat berpacaran selama kurang lebih 3 tahun.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon

Kisah percintaan tersebut dimulai sekitar tahun 1946, namun tidak berlanjut ke jenjang pertunangan atau pernikahan.

Ketidakberlanjutan hubungan ini, diduga dikarenakan Gusti Nurul yang memang tidak menginginkan berhubungan dengan politisi.

Gusti Nurul disebut tidak berminat menikah dengan tokoh politik lantaran risikonya yang terlalu besar.

Gusti Nurul kemudian menikah dengan Soerjo Soejarso pada 24, Maret 1951 dan di tahun yang sama Sjahrir menikah dengan Poppy, putri dr Saleh, seorang dokter keraton.

Kisah Sutan Sjahrir dan Putri Keraton Mangkunegaran, Solo Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarat Kusumawardhani yang bersemi di kaki Gunung Ciremai, bak kisah cinta tak sampai.

Renovasi Gedung Sutan Syahrir

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengunjungi Kabupaten Kuningan dan menjanjikan akan melakukan renovassi Rumah Sutan Syahrir dan Gedung Perjanjian Linggarjati.

0 Komentar