Pelaku Usaha di Cirebon Timur Keluhkan Pelayanan DLH, Sampah Sering Telat Diangkut

sampah di cirebon timur
Para pelaku usaha di wilayah Cirebon Timur mengeluhkan pelayanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon yang kerap terlambat melakukan pengangkutan sampah. Foto: Dok - radarcirebon.id
0 Komentar

“Mohon maaf kepada para pelaku usaha. Memang ada keterlambatan, karena proses administrasi dan pengisian BBM tidak bisa langsung. Sementara pengisian BBM masih menggunakan sistem cash and carry,” ujar Yanto –sapaan akrabnya kepada Radar Cirebon.

Dijelaskannya, kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting. Setiap armada pengangkut sampah rata-rata menghabiskan 15 hingga 20 liter BBM per hari.

Sementara dalam operasionalnya, satu unit kendaraan bisa beroperasi hingga tiga kali ritasi, meski ada juga yang hanya dua kali atau bahkan satu kali, tergantung kondisi di lapangan.

Baca Juga:Kisah Cinta Sutan Syahrir dan Putri Pura Mangkunegaran di Kaki Gunung CiremaiWFH No, Naik Sepeda Oke

Dari sisi armada, DLH saat ini memiliki total 72 unit kendaraan pengangkut sampah. Namun, hanya 63 unit yang dalam kondisi aktif, sementara sisanya mengalami kerusakan dan belum dapat dioperasikan.

Diakuinya, masih ada pelaku usaha yang belum memenuhi kewajiban pembayaran retribusi, sehingga turut memengaruhi operasional layanan.

Ia berharap para pelaku usaha dapat memahami kondisi tersebut dan tetap mendukung upaya pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, volume sampah terus meningkat setiap hari dan tidak pernah berhenti. “Sampah ini tidak pernah habis. Karena itu, kami butuh dukungan semua pihak agar penanganannya bisa lebih optimal,” pungkasnya. (sam)

0 Komentar