MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar milik pemerintah. Salah satu fokus utama adalah Pasar Kadipaten yang menjadi penyumbang signifikan PAD.
Kepala Disperdagin Kabupaten Majalengka melalui Kepala Bidang Pasar, Taufikurrohman, mengatakan berbagai langkah penataan dan pembinaan terus dilakukan guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari retribusi pasar.
“Penataan dan pembinaan terus kami lakukan agar pengelolaan pasar lebih optimal, sekaligus mendorong peningkatan PAD dari sektor retribusi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:Menjelang Persib vs Bali United, Ramon Tanque Pastikan Tim Tetap FokusGuru Garda Terdepan SDM, Bupati Dian Dorong Sinergi Pendidikan Kuningan
Berdasarkan data Disperdagin, jumlah kios di Pasar Kadipaten mencapai 1.449 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 978 kios tercatat aktif, sedangkan 471 kios tidak aktif. Dari kios tidak aktif itu, 451 unit masih dalam kondisi layak dan 20 unit lainnya tidak layak.
Disperdagin mengimbau pemilik kios yang tidak aktif agar segera memenuhi kewajiban pembayaran retribusi. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan PAD sekaligus menjaga keberlangsungan pengelolaan pasar.
Dari sisi pendapatan, Pasar Kadipaten mencatat realisasi PAD tahun 2025 sebesar Rp765.682.000 dari target Rp850.975.000 atau mencapai 89,98 persen.
Sementara pada 2026, target PAD ditetapkan sebesar Rp818.100.000. Hingga triwulan I, realisasi pendapatan telah mencapai Rp176.786.000.
Disperdagin berharap penataan yang terus dilakukan serta meningkatnya kesadaran pemilik kios dapat mendorong pencapaian target PAD 2026 secara optimal.
“Pedagang diminta kembali membuka kiosnya, menjaga kebersihan dan ketertiban area usaha, serta memenuhi kewajiban retribusi sesuai ketentuan,” kata Taufikurrohman.
Ia menegaskan, apabila hingga batas waktu yang ditentukan kios tetap tidak beroperasi tanpa alasan jelas, pemerintah daerah akan mengambil alih. (ono)
