Canggih! Iran Gunakan Pembayaran Bitcoin untuk Tarif Lewat Selat Hormuz, Cegah Terlacak

Iran tutup selat hormuz
Iran telah resmi menutup Selat Hormuz. Padahal selat ini merupakan jalur 20 persen minyak dunia. Foto: G-Maps - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Iran dikabarkan akan menerapkan sistem pembayaran menggunakan kripto khususnya Bitcoin bagi kapal yang akan melintas di Selat Hormuz.

Sistem pembayaran menggunakan aset kripto ini, ditengarai sebagai upaya melakukan de-dolarisai dalam transaksi internasional.

Dengan penggunaan sistem pembayaran menggunakan Bitcoin, Iran membuktikan bahwa aset kripto dapat menjadi alternatif sistem keuangan untuk jual beli internasional.

Baca Juga:Lewat Selat Hormuz, Iran Terapkan Tarif, Bayar Pakai Bitcoin, Percepat De-Dolarisasi?Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah Antariksa

Kabarnya, sistem ini sudah mulai diberlakukan selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serika yang berlangsung 2 minggu.

Langkah ini bukan sekadar prosedur administratif. Iran secara terang menyebut sistem ini dirancang agar transaksi tidak mudah dilacak atau diblokir oleh sanksi internasional.

Dengan kapasitas kapal tanker yang umumnya membawa 500 ribu hingga 2 juta barel minyak, satu kali lintasan bisa menghasilkan pembayaran antara USD500 ribu hingga USD2 juta dalam bentuk kripto.

Harga yang dirilis kabarnya sebesar USD 1 per barel atau Rp17 ribu dikali jumlah volume muatan yang dibawa oleh kapal.

Pengenaan tarif ini, tentu akan berdampak pada pasar global khususnya minyak mentah. Mengingat pengenaan tarif akan membawa dampak pada harga dari logistik komoditas tersebut.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur distribusi untuk sekitar 20 persen pasokan energi dunia.

Seperti diketahui, per Sabtu, 11, April 2026 harga 1 Bitcoin adalah Rp1.247.550.718,00. Penggunaan kripto Selat Hormuz diprediksi akan transaksi riil skala besar (perdagangan energi) meningkatkan bukti bahwa aset kripto memiliki fungsi nyata sebagai alat tukar lintas batas (cross-border) dan bukan sekadar spekulasi.

Baca Juga:Momen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro MaxDuduk Perkara Warga Puri Cirebon Lestari Protes dan Minta Tutup TPS Kecomberan

Kebijakan ini merupakan upaya langsung untuk menghindari sistem keuangan berbasis dolar AS (SWIFT) yang dikenakan sebagai sanksi terhadap Iran, memperkuat peran crypto sebagai alternatif sistem keuangan tradisional.

Berita ini memicu ketegangan geopolitik yang tinggi, yang mengakibatkan volatilitas di pasar kripto. Bitcoin sempat menunjukkan pergerakan harga yang fluktuatif di kisaran USD 65.000 hingga USD 75.000, seringkali turun ketika ada kekhawatiran konflik, namun menunjukkan ketahanan.

Berdasarkan laporan yang dirilis sejumlah media Iran, setiap kapal nantinya akan diminta untuk mengirimkan data muatan melalui email kepada otoritas terkait.

Kemudian otoritas akan memverifikasi jumlah muatan tersebut dan melakukan konversi harga ke Bitcoin. Setelahnya, kapal wajib melakukan pembayaran dalam waktu beberapa detik.

0 Komentar