RADARCIREBON.ID – Kenaikan harga bahan baku tekstil, khususnya kain polyester, mulai berdampak pada pelaku usaha konveksi di Cirebon. Lonjakan harga tersebut dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang memengaruhi harga bahan baku turunan minyak bumi.
Owner Serbapolos Cirebon, Fuad Hasan, mengatakan kenaikan harga bahan baku kaos memang terjadi setiap tahun, namun biasanya tidak signifikan. Berbeda dengan kondisi saat ini, kenaikan harga dinilai cukup tinggi.
“Sejak Maret 2026, harga naik sekitar Rp5.000 per kilogram, lalu awal April naik lagi Rp3.000,” ujarnya.
Baca Juga:New Honda Stylo 160 Makin Mewah dengan Sentuhan RetroStrategi Baru Pembangunan Demografi, Bappenas Manfaatkan Analisis NTA untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Ia menambahkan, hampir semua jenis kain mengalami kenaikan harga. Untuk jenis cotton combed 30s, misalnya, harga per kilogram yang sebelumnya sekitar Rp116 ribu kini menjadi Rp124 ribu. Sementara harga per roll naik dari Rp106 ribu menjadi Rp114 ribu.
Kenaikan harga bahan baku ini berdampak langsung pada permintaan pasar. Menurut Fuad, sejumlah pelanggan memilih menunda produksi atau mengurangi jumlah pesanan.
“Penjualan saat ini turun sekitar 10 hingga 20 persen,” katanya.
Meski demikian, pihaknya belum menaikkan harga jual produk. Ia menilai harga yang berlaku saat ini masih mampu menutup biaya produksi.
Namun, jika kenaikan harga bahan baku terus berlanjut, penyesuaian harga kepada konsumen tidak dapat dihindari.
“Kalau harga bahan baku terus naik, kemungkinan harga jual juga akan disesuaikan. Saat ini hampir setiap minggu masih ada kenaikan,” ujarnya.
Pelaku usaha berharap kondisi pasar segera stabil agar aktivitas produksi dan permintaan kembali normal. (apr)
