Sentuhan Teknologi untuk Rengginang, Mahasiswa UMC Buat Alat Pengering Higienis

Mahasiswa KKM UMC Buat Alat Pengering Higienis.
Mahasiswa KKM UMC buat alat pengering higienis.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok 50 Desa Jamblang menyerahkan alat pengering rengginang empat tingkat kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon, Senin (14/9/2026). Alat tersebut dirancang untuk mengurangi risiko kontaminasi debu dan kotoran selama proses pengeringan.

Alat pengering diserahkan kepada Imas, pelaku UMKM rengginang yang menjadi mitra program KKM 50, di kediamannya. Penyerahan dilakukan 20 mahasiswa kelompok tersebut dan dipimpin Ketua KKM 50, Aziman Yufi Amrillah.

Program itu merupakan bagian dari tema KKM 50 Jamblang tentang pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengelolaan sampah, teknologi pengeringan rengginang, dan ketahanan pangan berbasis akuaponik.

Baca Juga:Mantan Pegawai Bank Sikat Uang Nasabah Rp400 Juta173 Peserta Magang Nasional Kemnaker Ditempatkan di Puskesmas Kuningan

Pembuatan alat dilakukan setelah mahasiswa melakukan observasi terhadap proses produksi rengginang yang selama ini mengandalkan penjemuran di ruang terbuka. Cara tersebut dinilai memiliki risiko produk terpapar debu dan kotoran, terutama karena keterbatasan sarana produksi UMKM rumahan.

Mahasiswa kemudian merancang alat berbentuk rak tertutup dengan empat tingkat. Setiap tingkat dapat menampung sekitar 70-72 keping rengginang sehingga kapasitas pengeringan mencapai sekitar 280 keping dalam satu kali proses.

Bagian rak menggunakan kertas ultraviolet (UV) yang dirancang untuk membantu penyerapan panas. Berdasarkan uji coba mahasiswa, pengeringan dalam kondisi cuaca panas dan cerah membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.

Imas mengatakan alat tersebut membantu mengatasi persoalan kebersihan yang selama ini dihadapi dalam proses penjemuran.

“Alhamdulillah, sangat membantu sekali. Selama ini kalau jemur di luar itu memang rawan kena debu dan kotoran, jadi kurang higienis. Dengan alat ini, mudah-mudahan produksi rengginang saya bisa lebih bersih dan lebih lancar lagi,” ujar Imas.

Ketua KKM 50 Aziman Yufi Amrillah mengatakan pembuatan alat tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna yang dapat digunakan langsung oleh pelaku UMKM. Proses pembuatan berlangsung sejak mahasiswa diterjunkan ke Desa Jamblang pada 14 Agustus hingga menjelang berakhirnya masa KKM pada 17 September 2026.

Selain membantu proses produksi, mahasiswa berharap alat tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan dan menjadi alternatif bagi pelaku UMKM rengginang lain yang menghadapi persoalan serupa dalam proses pengeringan.

0 Komentar