Ngobrol Santai di Kuningan, Bupati Dian dan Ketua Golkar Bicara Isu Kerenggangan hingga Pilkada

Ngobrol Santai di Kuningan, Bupati Dian dan Ketua Golkar
Ngobrol Santai di Kuningan, Bupati Dian dan Ketua Golkar Bicara Isu Kerenggangan hingga Pilkada
0 Komentar

Asep menilai keberhasilan pemerintahan Kabupaten Kuningan juga menjadi bagian dari keberhasilan partai pengusung. Karena itu, ia menyatakan Golkar akan tetap mengawal dan membantu Bupati Dian dalam mewujudkan visi dan misinya.

“Kalau bupati berhasil, kinerjanya baik, artinya saya juga berhasil. Jadi tetap berdampak. Kami juga mengawal dan membantu beliau untuk mewujudkan visi misi,” kata Asep.

Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyebut dirinya dengan Asep Armala sebelumnya memiliki hubungan pertemanan yang baik. Ia mengakui dalam perjalanan pemerintahan terdapat perbedaan pendapat, namun hal tersebut dinilainya sebagai bagian dari dinamika dalam menentukan kebijakan maupun program.

Baca Juga:Bumdes Arya Kamuning Bangkitkan Kembali Tradisi Sedekah Bumi, Rayakan Milangkala Desa Kaduela ke-498 Mahasiswa UMC Ciptakan Mesin Pemotong Tahu, Produktivitas UMKM Naik 5,5 Kali Lipat

“Bagi saya, Pak Asep Armala sebelumnya juga kami memiliki pertemanan yang baik. Adapun ada perbedaan pendapat seiring perjalanan, itu adalah dinamika dalam kebijakan atau program. Saya kira ini akan mematangkan komunikasi,” ujar Dian.

Dian juga menggambarkan hubungan dirinya dengan Asep sebagai komunikasi yang tetap terbuka. Menurutnya, keduanya masih dapat bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan, termasuk politik.

“Pak Asep sangat cair, bertukar pikiran dalam banyak hal, termasuk politik. Ada simbiosis mutualisme di antara kami,” katanya.

Ketika ditanya mengenai dinamika komunikasi yang belakangan menjadi perhatian publik, Dian tidak menampik adanya dinamika dalam hubungan antara kepala daerah dengan partai politik. Namun, ia mengatakan komunikasi tidak hanya dilakukan dengan Partai Golkar, tetapi juga dengan partai politik lainnya.

“Kami sebenarnya sering diskusi. Tidak hanya dengan Pak Asep saja. Diskusi saya jalankan juga dengan partai lain. Dari sisi program, anggaran, dampak politis dan lain-lain, banyak yang kami diskusikan,” ujar Dian.

Forum tersebut juga berkembang membahas sejumlah isu politik yang beredar di tengah masyarakat, termasuk munculnya istilah “Cikeas” dan “Cijoho” yang dikaitkan dengan dinamika politik di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, peserta juga menanyakan isu hubungan Bupati Dian dengan Wakil Bupati Kuningan serta bagaimana sikap Partai Golkar menghadapi dinamika politik menuju pemilihan kepala daerah berikutnya.

0 Komentar