RADARCIREBON.ID – Tradisi sedekah bumi kembali digelar masyarakat Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (24/9/2026). Ribuan warga dari empat dusun berkumpul dalam rangkaian doa bersama yang dipusatkan di alun-alun desa, halaman Masjid Ar-Rahman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Desa Kaduela. Sedikitnya 1.000 warga dari Dusun Bina Loka, Bina Bakti, Bina Karya (Pakuncen), dan Bina Warga (Landeuh) turut mengikuti rangkaian acara.
Sedekah bumi kali ini tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi lokal yang telah lama tidak digelar. Salah satu prosesi utamanya berupa pengambilan tujuh gayung air dari Mata Air Kahuripan di kawasan Telaga Biru Cicerem.Direktur BUMDes Arya Kamuning, Iim Ibrahim, mengatakan air dari Mata Air Kahuripan tersebut terlebih dahulu diambil untuk dibawa ke lokasi acara dan didoakan bersama dalam rangkaian istighosah.
Baca Juga:Mahasiswa UMC Ciptakan Mesin Pemotong Tahu, Produktivitas UMKM Naik 5,5 Kali LipatBPN Kabupaten Indramayu Komitmen Tingkatkan Pelayanan
“Setelah diambil, air dibawa untuk doa bersama dan istighosah. Setelah itu dikembalikan lagi ke Telaga Biru Cicerem, ke mata airnya,” kata Iim.
Menurut Iim, prosesi tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Desa Kaduela. Air yang telah didoakan kemudian dikembalikan ke sumbernya sebagai simbol harapan agar keberkahan dan kemanfaatan air terus mengalir bagi masyarakat.
“Harapan kami, air itu lebih luas manfaatnya, ke area persawahan dan rumah-rumah. Ini juga berkaitan dengan sejarah desa yang nanti dipaparkan, mulai dari berdirinya Desa Kaduela,” ujarnya.
Rangkaian sedekah bumi juga diwarnai kirab tumpeng dan hasil bumi dari masing-masing dusun. Tumpeng tersebut kemudian didoakan dan dipotong secara simbolis sebelum dinikmati bersama masyarakat.
Sementara hasil bumi yang ditata membentuk gunungan di sekitar panggung dibagikan kepada warga pada akhir acara. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi sekaligus kebersamaan masyarakat Desa Kaduela.
Ketua Panitia Sedekah Bumi dan Doa Bersama, Diding Muhidin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-498 Desa Kaduela.
Pria yang akrab disapa kobra ini menjelaskan, pengambilan tujuh gayung air dari Mata Air Kahuripan menjadi salah satu tradisi yang kembali dihidupkan dalam pelaksanaan sedekah bumi tahun ini.
