Memasuki penghujung musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober, Dian meminta kewaspadaan ditingkatkan. Sejumlah titik kebakaran kembali muncul, termasuk di kawasan lereng Gunung Ciremai dan lahan milik masyarakat.
Ia meminta seluruh pihak mengantisipasi potensi kebakaran, termasuk kemungkinan adanya pembakaran yang disengaja.
“Kalau terjadi pembakaran disengaja yang merembet ke wilayah yang lain, mungkin dari aparat penegak hukum juga akan mengambil langkah tegas,” katanya.
Baca Juga:BNN Kuningan Periksa Urine 472 Mahasiswa UnikuDiduga Korsleting Listrik, Ruko Laundry di Luragung Terbakar
Melalui pelatihan tersebut, Pemdq Kuningan berharap kemampuan pegawai BPBD dan relawan semakin kuat. Tidak hanya dalam merespons bencana, tetapi juga melakukan pencegahan dan mitigasi sejak dini.
Bupati mendorong kegiatan serupa terus dilakukan dan semakin melembaga, agar semakin banyak masyarakat memiliki pengetahuan serta kepedulian terhadap kebencanaan.
Dengan jumlah penduduk Kuningan yang mencapai sekitar 1,2 juta jiwa, menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.
“Dari sekitar 1,2 juta penduduk Kuningan, bisa saya bayangkan misalnya satu persen saja yang militan, yang betul-betul sangat cinta terhadap persoalan ini, saya kira ini sangat terbantu,” ujarnya.
Ia berharap sinergi pemerintah, BPBD, relawan, komunitas, dunia pendidikan dan masyarakat terus diperkuat. Sebab, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pemerintah saat bencana terjadi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengurangi risiko sejak sebelum bencana datang. (ags)
