BPBD Kuningan Memperkuat Kapasitas Pegawai dan Relawan Melalui Pelatihan Mitigasi

Ist 
PELATIHAN: BPBD Kuningan menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di kawasan Wisata Talaga Surian, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Jumat (25/9/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Perubahan pola dan meningkatnya potensi bencana mendorong Kabupaten Kuningan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan membekali pegawai dan relawan dengan pengetahuan pencegahan serta mitigasi bencana melalui pelatihan di kawasan Wisata Talaga Surian, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Pelatihan yang berlangsung sehari itu diikuti sekitar 160 peserta. Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BMKG, dan Basarnas untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Baca Juga:BNN Kuningan Periksa Urine 472 Mahasiswa UnikuDiduga Korsleting Listrik, Ruko Laundry di Luragung Terbakar 

“Persoalan ini bukan persoalan pemerintah semata, tapi persoalan kita bersama,” tegasnya.

Menurut Dian, kondisi geografis, geologis, klimatologis, serta kepadatan penduduk membuat Kuningan menghadapi risiko bencana yang kompleks. Pada musim hujan, ancaman longsor, pergerakan tanah, dan banjir perlu diantisipasi. Sementara pada musim kemarau, risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan meningkat.

“Semakin hari potensi ini semakin meningkat eskalasinya,” ujarnya.

Dian juga menyoroti perubahan pola bencana dalam beberapa tahun terakhir. Banjir yang sebelumnya relatif jarang terjadi kini mulai muncul di sejumlah wilayah Kuningan.

Di tengah keterbatasan anggaran dan sarana prasarana, Dian mengapresiasi peran BPBD, Damkar, relawan, pegiat lingkungan, serta berbagai komunitas yang berada di garis depan saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.

“Dengan keterbatasan sokongan anggaran yang ada, sarana prasarana yang kita punya memang terbatas. Tapi itu tidak mematahkan dan tidak menyurutkan semangat kawan-kawan, untuk berjuang sebagai tenaga yang bersifat kemanusiaan,” katanya.

Dian mengibaratkan para relawan sebagai oase di tengah gurun pasir karena tetap hadir memberikan bantuan kepada masyarakat meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan kelompok masyarakat, termasuk Mojang Jajaka Kuningan, yang dinilai tidak hanya berperan dalam promosi pariwisata, tetapi turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan membantu penanganan kebencanaan.

Baca Juga:Pajak Daerah Tembus 65 Persen, Bapenda Kuningan Kejar Rp77 MiliarOkupansi Hotel Menurun, PHRI Jawa Barat Dorong Konektivitas Paket Wisata Antardaerah 

“Tidak hanya mengenalkan potensi tentang kepariwisataan, tentang SDA dan sebagainya, tapi juga terjun langsung ketika kita menghadapi sebuah tantangan berat, yaitu tentang lingkungan yang mulai mengalami degradasi dan kebencanaan,” tuturnya.

0 Komentar