Siti juga menyampaikan terima kasih kepada tim pencarian dan penyelaman serta seluruh pihak yang telah berupaya membantu keluarga selama proses pencarian berlangsung. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu, terutama tim pencarian dan penyelaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kuwu Sigong, Sumarsono mengatakan pemerintah desa terus mendampingi keluarga sejak kabar hilangnya Yaya diterima. Berbagai koordinasi dilakukan untuk mendapatkan perkembangan pencarian sekaligus memastikan keluarga memperoleh informasi terbaru.
Pemdes Sigong menjalin komunikasi dengan pihak kecamatan, Pemkab Cirebon, BPBD, Dinas Sosial hingga Polda Jawa Barat. Bahkan, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar sempat mendatangi Desa Sigong untuk mengambil sampel DNA keluarga sebagai bagian dari proses identifikasi. “Kami terus mendampingi keluarga dan mencari informasi. Semua pihak kami koordinasikan, termasuk BPBD, Dinas Sosial dan tim DVI Polda,” jelas Sumarsono.
Baca Juga:Awal Oktober Buka-bukaan PDAM, DPRD Siapkan RDP, Direksi Nyatakan Siap HadirIGIC 2026 Pilih Menag sebagai Presiden IAMI
Ia menyebutkan, informasi mengenai hasil identifikasi diterima pemerintah desa sekitar pukul 18.15 WIB pada Senin (28/9/2026). Kabar tersebut langsung disampaikan kepada perangkat desa dan keluarga korban.
Setelah melalui proses identifikasi, jasad yang ditemukan dipastikan identik 100 persen dengan Yaya Carya. Hasil itu sekaligus mengakhiri ketidakpastian yang selama ini dirasakan keluarga. “Alhamdulillah, hasil identifikasi menyatakan identik 100 persen. Kami akhirnya cukup lega,” ujarnya.
Sumarsono menambahkan, pendampingan terhadap keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab pemdes. Selama proses pencarian berlangsung, pihaknya berupaya menjaga komunikasi dengan instansi terkait agar keluarga tidak kehilangan informasi mengenai perkembangan penanganan korban. “Bagaimanapun, ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa,” pungkasnya. (den/dede adhitama)
