RADARCIREBON.ID- Ajakan seorang kerabat yang juga sebagai mandor, menjadi awal perjalanan Yaya Carya, warga Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, berangkat ke Kalimantan. Semula Yaya berada di Jakarta. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Di Surabaya, Yaya naik KM Virgo Transport 8 yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal tersebut membawa penumpang dengan tujuan akhir Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perjalanan menuju tanah perantauan pada Sabtu (12/9/2026) itu rupanya tak pernah sampai ke tujuan. KM Virgo Transport 8 mengalami musibah. Kapal itu karam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Setelah proses pencarian oleh petugas, akhirnya ada kepastian. Penantian panjang keluarga pun berakhir. Ya, setelah 15 hari dalam pencarian, jasad Yaya berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Jenazahnya pun tiba di di Sigong pada Selasa siang (29/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca Juga:Awal Oktober Buka-bukaan PDAM, DPRD Siapkan RDP, Direksi Nyatakan Siap HadirIGIC 2026 Pilih Menag sebagai Presiden IAMI
Kedatangan jenazah disambut tangis haru keluarga. Rasa lega bercampur kesedihan menyelimuti rumah duka setelah keluarga akhirnya mendapat kepastian mengenai nasib Yaya yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Sebelum tiba di kampung halaman, jenazah terlebih dahulu diterbangkan dari RS Bhayangkara Banjarmasin menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dari bandara, jenazah kemudian dibawa ke rumah keluarga di Desa Sigong.
Anak pertama korban, Siti Hanah Sulastri mengaku bersyukur karena penantian keluarga selama lebih dari dua pekan akhirnya membuahkan kepastian. Namun, di balik rasa lega tersebut, keluarga juga harus menerima kenyataan bahwa Yaya telah meninggal dunia. “Bahagia sekaligus sedih. Alhamdulillah, setelah 15 hari pencarian akhirnya ada titik terang,” ungkap Siti kepada awak media.
Kepastian identitas korban diterima keluarga pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi itu diperoleh setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak pengelola KM Virgo Transport 8. Identitas Yaya kemudian diperkuat melalui sejumlah barang yang ditemukan bersama jasad korban. Di antaranya pakaian, tas pinggang, kartu identitas hingga telepon seluler.
Menurut Siti, keberadaan kartu identitas di dalam tas pinggang menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pengenalan korban. Keluarga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu pencarian hingga proses identifikasi. “Alhamdulillah, kartu identitas di tas pinggang menjadi salah satu bukti kuat untuk memastikan identitas beliau,” katanya.
