RADARCIREBON.ID – Kesempatan para pelanggan PDAM Kota Cirebon bertanya langsung kepada jajaran direksi perusahaan air minum daerah itu segera terealisasi. DPRD memastikan agenda Rapat Dengar Pendapat atau RDP digelar awal Oktober. Jadi, para pelanggan yang dibuat kaget dengan tagihan melejit setinggi langit punya kesempatan hadir langsung mendengarkan dalih PDAM.
Kenaikan tarif PDAM yang menuai protes konsumen ini sudah mendapatkan perhatian dari Komisi II DPRD Kota Cirebon. Hal itu dibenarkan oleh Muhamad Noupel SH MH dari Komisi II. Ia mengakui Komisi II sudah banyak menerima pengaduan masyarakat yang merasa tagihan air PDAM mendadak melambung tinggi.
Keluhan pelanggan ini, kata Noupel, langsung direspons, di mana salah satu kangkah yang dilakukan adalah memanggil Direksi PDAM. “Banyak keluhan yang masuk ke kami (Komisi II, red) dan kami tentu akan menindaklanjuti itu,” ujar Noupel.
Baca Juga:Parpol dan Wacana Pemekaran Dapil Cirebon-Indramayu untuk DPR RI, PKB Lirik ImronRS Mitra Medika Indramayu Terbakar
Masih kata Noupel, rencananya pihaknya akan mengundang Direksi PDAM awal bulan Oktober. “Kita akan agendakan melalui Banmus. Rencananya awal bulan Oktober akan kita panggil (Direksi PDAM Kota Cirebon, red),” tegasnnya.
DIREKSI NYATAKAN SIAP HADIR
Sementara itu, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata atau PDAM Kota Cirebon menyatakan siap menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Cirebon yang kemungkinan digelar pekan ini. Rapat tersebut menjadi ruang untuk menjelaskan berbagai keluhan pelanggan, termasuk tagihan yang melonjak hingga sekitar Rp2 juta.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon Andri Satria ST MT mengatakan pihaknya menyambut baik rencana RDP tersebut. PDAM akan menyiapkan penjelasan berdasarkan data dan hasil pengecekan di lapangan. “Kami siap hadir untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya secara transparan,” ujar Andri saat diwawancarai melalui telepon dari Jakarta, Senin (28/9/2026).
Andri mengatakan, terkait pelanggan yang mengeluhkan tagihan hingga Rp2 juta, sejak pekan kemarin pihaknya telah menawarkan pengecekan langsung ke lokasi. Pemeriksaan bersama itu penting untuk memastikan penyebab lonjakan tagihan, termasuk kemungkinan kesalahan pencatatan, kondisi pemakaian, maupun faktor teknis lainnya.
