Komisi III DPRD Kota Cirebon Sidak RSD Gunung Jati

Setiap hari RSD Gunung Jati, Kota Cirebon dibanjiri pasein
Setiap hari RSD Gunung Jati, Kota Cirebon dibanjiri pasein tidak hanya berasal dari Kota Cirebon, tapi juga kabupaten tetangga.
0 Komentar

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mempertahankan pelayanan yang sudah baik sekaligus memperbaiki bagian yang masih belum optimal.

“Atas dasar ketercapaian itu menjadi bahan dasar untuk perbaikan atau mempertahankan yang sudah baik, memperbaiki yang belum baik,” ujarnya.

Terkait kepadatan pasien, Katibi menjelaskan, kondisi keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) tidak dapat dilihat hanya berdasarkan persentase secara keseluruhan.

Baca Juga:PERAK 2026 SDN Sidamulya Sukses, Mabigus Tekankan Pembentukan Karakter Pramuka PenggalangUMC Gandeng DPMD Kuningan Sukseskan Program Living Laboratory Learning

Menurutnya, lonjakan kunjungan pasien harus dilihat secara menyeluruh, termasuk jenis pasien dan ketersediaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan.

“Ketika terjadi lonjakan kunjungan, itu kita bicara secara holistik. Pertama, dari prahospital jumlah kunjungan meningkat. Di dalam ada keterbatasan fasilitas untuk ruang rawat,” katanya.

Ia mencontohkan, meskipun BOR secara keseluruhan masih sekitar 80 persen, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan masih tersedianya ruang rawat untuk semua pasien. Sebab, tempat tidur yang tersedia harus disesuaikan dengan kategori dan kebutuhan pasien, seperti anak, dewasa, maupun pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

“Kalau pasiennya dewasa, untuk ruang dewasa penuh, berarti memang penuh. Walaupun BOR-nya masih 80 persen, tetapi yang kosongnya mungkin di ruang anak. Tidak bisa pasien dewasa ditaruh di ruang bayi,” jelasnya.

Katibi menegaskan, RSD Gunung Jati tetap berupaya memberikan penanganan sesuai kapasitas dan fasilitas yang tersedia. Jika pelayanan kegawatdaruratan di IGD telah diberikan, tetapi tempat tidur rawat inap belum tersedia, rumah sakit akan menyampaikan kondisi tersebut kepada keluarga pasien.

“Andaipun setelah pelayanan gawat darurat sudah teratasi, tempat tidur mungkin belum tersedia, bisa menginformasikan kepada keluarganya tempat tidur penuh, apakah mau memilih tempat yang lain atau masih menunggu,” pungkasnya. (cep)

0 Komentar