UMC Gandeng DPMD Kuningan Sukseskan Program Living Laboratory Learning

UMC Gandeng DPMD Kuningan Sukseskan Program Living Laboratory Learning
UMC Gandeng DPMD Kuningan Sukseskan Program Living Laboratory Learning
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan dalam upaya menyukseskan program Living Laboratory Learning (3L).

Program ini merupakan konsep pembelajaran inovatif yang menjadikan desa sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Kepala DPMD Kabupaten Kuningan saat ini dijabat oleh Rangga Apriatna, S.STP., M.AP.

Rektor UMC, Arif Nurudin, S.T., M.T., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Living Laboratory Learning tersebut. Menurutnya, keberadaan laboratorium berbasis desa merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan model pembelajaran yang lebih kontekstual.

Baca Juga:Bulan Bhakti Karang Taruna Momentum Perkuat Peran Generasi Muda Setahun Cuma Rp100 Juta, Dispora Kejar Target PAD dari Fasilitas Olahraga

“Laboratorium tidak selalu harus berada di dalam kampus. Desa dengan seluruh potensi dan persoalannya juga merupakan ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa,” kata Arif . Ia berharap program tersebut dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat .

Ketua LPPM UMC, Tania Avianda Gusman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan DPMD Kabupaten Kuningan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan program pengabdian.

“Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan DPMD Kabupaten Kuningan sehingga program pengabdian yang sudah dan akan dilaksanakan di desa-desa semakin luas cakupannya,” ujarnya.

Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat UMC, Johan MT, menegaskan bahwa program 3L merupakan gagasan strategis untuk membangun laboratorium berbasis desa. Menurutnya, desa adalah tulang punggung kemajuan Indonesia dan universitas harus memiliki laboratorium yang tidak selalu berada di dalam kampus.

Program 3L telah dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Kuningan, di antaranya Desa Pajawanlor, Desa Cikondang, dan Desa Gunungmanik . Desa-desa tersebut kini menjadi desa binaan UMC yang diharapkan dapat menjadi desa percontohan di Kabupaten Kuningan.

Pihak DPMD Kabupaten Kuningan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan UMC. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program-program pengabdian yang telah dan akan dilaksanakan, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi Living Laboratory Learning.

Tim 3L disebut selalu berkoordinasi dan memberikan informasi kepada dinas-dinas terkait sehubungan dengan program-program yang akan dilaksanakan di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan 3L akan memacu masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa.

0 Komentar