IGD RSD Gunung Jati Padat, Pasien Anak-anak Meningkat

RSD Gunung Jati
MASIH TINGGI: Aktivitas di IGD RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, Selasa siang (29/9/2026). Peningkatan kunjungan tak hanya terjadi pada pasien anak, pasien dewasa dengan berbagai keluhan penyakit dalam juga ikut bertambah. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Area tersebut mampu menampung sekitar 20 pasien. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk pasien anak maupun dewasa.

Untuk perawatan anak dan neonatal, RSUD Gunung Jati memiliki sejumlah ruang dengan kapasitas berbeda. PICU tersedia 13 tempat tidur, NICU 18 tempat tidur, dan HCU Neonatal 22 tempat tidur. Selain itu terdapat ruang PS1 dengan 23 tempat tidur, PS2 sebanyak 22 tempat tidur, PS3 sebanyak 23 tempat tidur, PS4 sebanyak 19 tempat tidur, Kemuning 34 tempat tidur, serta Saripamudai 14 tempat tidur.

Yogi menjelaskan, kondisi IGD yang tampak penuh tidak otomatis berarti seluruh tempat tidur rawat inap telah terisi. Kepadatan di IGD dapat terjadi karena pasien datang dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga terjadi penumpukan sementara sebelum pasien menjalani proses penanganan dan penempatan.

Baca Juga:Awal Oktober Buka-bukaan PDAM, DPRD Siapkan RDP, Direksi Nyatakan Siap HadirIGIC 2026 Pilih Menag sebagai Presiden IAMI

“Kadang pasien datang berbarengan sehingga terlihat menumpuk. Tapi untuk tingkat keterisian, kami masih tersedia,” jelasnya.

Rumah sakit juga menyiapkan skema apabila tren peningkatan pasien terus berlanjut. Salah satunya dengan mengalihfungsikan sementara ruang perawatan yang memiliki tingkat keterisian rendah menjadi ruang khusus pasien anak atau dewasa.

Langkah itu belum diterapkan karena kapasitas tempat tidur yang tersedia masih dinilai memadai. Namun, perubahan fungsi ruang menjadi salah satu opsi untuk menjaga pelayanan jika jumlah pasien terus meningkat.

“Kami tidak menutup kemungkinan mengubah fungsi kalau memang dibutuhkan. Ruang dengan BOR rendah bisa dialihfungsikan menjadi ruang perawatan khusus sesuai kebutuhan, apakah untuk anak atau dewasa,” kata Yogi.

Manajemen RSUD Gunung Jati akan menyesuaikan kapasitas pelayanan dengan perkembangan kebutuhan pasien. Fokusnya adalah menjaga agar lonjakan kunjungan tidak menimbulkan penumpukan berkepanjangan di IGD maupun mengganggu ketersediaan ruang rawat inap. (*)

0 Komentar