Anna memberikan apresiasi terhadap pengangkatan tema kawin cai. Menurutnya, tradisi tersebut memperlihatkan hubungan masyarakat Kuningan dengan sumber daya air sekaligus dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Ia berharap pameran tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seni, tetapi juga mampu memberikan pemahaman mengenai makna air bagi kehidupan.
Sementara itu, Carlan menilai karya fotografi seperti yang ditampilkan Sigit dapat menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi generasi muda. Pelajar dan mahasiswa dinilai perlu diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui seni dan teknologi.
Baca Juga:Ketua DPRD Kuningan Minta Tuduhan Dugaan Perselingkuhan Harus Didukung Data Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda Hangus
“Karya-karya seperti ini penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda. Karena melalui karya seni dan fotografi, mereka dapat belajar melihat lingkungan, budaya, serta kehidupan masyarakat dari perspektif yang lebih luas,” ungkapnya.
Pameran tersebut akhirnya mempertemukan seni, teknologi, pendidikan, dan budaya. Melalui teknik 3D Anaglyph, pengunjung diajak melihat kembali kekayaan budaya dan lingkungan Kuningan, sekaligus memahami pentingnya menjaga sumber daya air. (ags)
