RADARCIREBON.ID- Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya tuntas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersimpan di balik timbunan sampah.
Karena masih ada pendinginan, aktivitas pengelolaan sampah di TPAS Gunung Santri belum sepenuhnya kembali normal. Bahkan, selama dua hari, kendaraan pengangkut sampah sempat tidak bisa masuk ke lokasi pembuangan karena kawasan TPAS masih dalam penanganan.
Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan kobaran api sudah tidak terlihat. Meski demikian, sejumlah bagian timbunan sampah masih mengeluarkan asap sehingga perlu dibongkar dan diurai. “Alhamdulillah sudah padam semua, tinggal tadi penguraian saja. Karena masih ada asap-asap, kabut asapnya banyak,” ujar Suyanto, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga:Indonesia Dipuji Sukes Jadi Tuan RumahJuaraaa…!!! Penantian 35 Tahun, Indonesia Juara setelah Menang Adu Penalti 4-2
Proses pendinginan dilakukan menggunakan alat berat. Tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap dikeruk menggunakan ekskavator. Sampah kemudian diurai agar titik panas tidak terkonsentrasi di satu lokasi. Setelah itu, bagian yang masih panas disiram air. Langkah tersebut dilakukan berulang untuk memastikan bara yang berada di bagian dalam tumpukan sampah benar-benar mati.
“Penguraian dalam arti sampah-sampah yang tadi ada asap dan ada apinya itu sekarang lagi diuraikan menggunakan ekskavator. Supaya api itu bisa disebar, satu tidak panas, dua tidak terkumpul di situ, dan disiram dengan air,” jelasnya.
Menurut Suyanto, penanganan kebakaran di kawasan TPAS membutuhkan perhatian khusus. Sebab, timbunan sampah yang terbakar dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar. Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko ketika suhu udara cukup tinggi. “Kalau sampah sudah terbakar kan ada gas metana itu. Yang berbahaya gas metana, apalagi di atasnya panas,” katanya.
Terlebih, kondisi cuaca di Kabupaten Cirebon belakangan cukup terik. Suhu udara bahkan disebut mencapai sekitar 35 derajat Celsius. “Di Cirebon itu hampir 35 derajat posisinya. Itu sangat panas sekali,” imbuhnya.
Kebakaran tersebut bukan hanya menyita perhatian petugas di lokasi. Dampaknya juga terasa terhadap pelayanan pengangkutan sampah masyarakat. Selama dua hari, armada pengangkut sampah tidak dapat masuk ke TPAS Gunung Santri.
