Menurut Maruf, penanganan pengangguran membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan yang dilakukan juga perlu diperluas, bukan hanya berfokus pada pencari kerja, melainkan pada upaya menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan mendorong kewirausahaan.
“Kalau kita sedikit ubah cara pandang kita, bukan pengangguran, lawan kata dari pengangguran itu adalah bekerja. Kalau kita fokus bagaimana cara membuat orang bekerja, baru kelihatan nanti bahwa kolaborasinya luar biasa sekali dengan stakeholder terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, investasi, hingga dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Baca Juga:Harga Telur Bebek Turun tapi Harga Pakan Melonjak, Bumdes Jagaraksa Kuningan Minta Pemerintah Turun TanganBupati Eman Diangkat sebagai Dewan Kehormatan Makom Albab
Maruf mengapresiasi kolaborasi Disnakertrans Jawa Barat dengan DPRD Jawa Barat, khususnya melalui George Edwin Sugiharto dari Komisi V, dalam mendorong keterampilan dan semangat kewirausahaan masyarakat Kota Cirebon.
Disnaker Kota Cirebon, lanjutnya, juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk melakukan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), pemetaan kebutuhan tenaga kerja, serta penyusunan Training Needs Analysis (TNA).
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menyusun TNA pelatihan untuk kebutuhan dua hingga tiga tahun ke depan guna memetakan kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan industri di Kota Cirebon.
Maruf menilai, perkembangan kafe, rumah makan, dan sektor perhotelan membuka peluang usaha bagi peserta pelatihan barista dan tata boga. Selain keterampilan teknis dari instruktur, peserta juga direncanakan mendapat dukungan sarana penunjang untuk memulai usaha.
“Kalau kita ingin sukses berwirausaha, paling tidak ada empat hal: kompetensi yang dilatihkan, ketersediaan sarana yang nantinya akan dibentuk, modal yang terbatas, serta kesungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (abd)
