Pemerintah Pantau Situasi Keamanan di Kawasan Timur Tengah, Jamaah Umrah dari Cirebon Masih Sesuai Jadwal

Salam Tour
MASIH LANCAR: Owner Salam Tour, Dede Muharam mengatakan aktivitas perjalanan ibadah umrah yang dikelolanya masih berjalan normal. Menurutnya, lokasi insiden di Riyadh cukup jauh dari jalur utama perjalanan jamaah umrah Indonesia yang umumnya menggunakan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Foto: Radar Cirebon.
0 Komentar

Untuk keluarga jamaah di Tanah Air, Kemenhaj berpesan agar tetap tenang dan terus menjaga komunikasi dengan jamaah maupun pihak travel. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada informasi dari kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jamaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” tandas Ichsan.

DEDE MUHARAM: MASIH SESUAI JADWAL

Sementara itu, isu keamanan menyusul serangan yang mengarah ke wilayah Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, belum memengaruhi jadwal keberangkatan jamaah umrah Salam Tour. Biro perjalanan asal Cirebon itu memastikan pemberangkatan berikutnya tetap sesuai rencana, yakni pada 19 Oktober 2026, dengan membawa 27 jamaah.

Baca Juga:Benang Merah, Layanan Psikologi Terpadu Lintas Usia Pertama di CirebonIndonesia Tegaskan Dukungan pada Mesir

Owner Salam Tour, H Dede Muharam Lc mengatakan aktivitas perjalanan ibadah umrah yang dikelolanya masih berjalan normal. Menurut dia, lokasi insiden di Riyadh cukup jauh dari jalur utama perjalanan jamaah umrah Indonesia yang umumnya menggunakan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. “Alhamdulillah, sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jamaah umrah,” kata Dede kepada Radar Cirebon, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, jarak antara Jeddah dan Riyadh mencapai sekitar 1.300 kilometer. Perbedaan lokasi tersebut menjadi salah satu alasan jamaah Salam Tour tidak terdampak langsung oleh insiden keamanan di ibu kota Arab Saudi itu.

Karena itu, Dede Muharam meminta calon jamaah dan keluarga di Tanah Air tak terburu-buru menyimpulkan bahwa gangguan keamanan di Riyadh otomatis menghambat perjalanan umrah. Meski demikian, perkembangan situasi dan informasi resmi dari otoritas terkait tetap perlu menjadi perhatian menjelang keberangkatan.

Sebagai gambaran, Salam Tour baru saja menyambut kepulangan 32 jamaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Seluruh jamaah dilaporkan kembali dengan selamat tanpa kendala berarti selama perjalanan.

Untuk jadwal berikutnya, manajemen Salam Tour masih berpegang pada agenda yang telah disusun. Sebanyak 27 jamaah dijadwalkan berangkat pada 19 Oktober. Hingga Selasa kemarin, Dede menyebut pihaknya belum menerima pemberitahuan mengenai pembatalan atau penundaan yang berdampak pada jadwal tersebut. “Untuk jadwal pemberangkatan berikutnya, alhamdulillah tetap sesuai schedule,” ujarnya.

0 Komentar