Perpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan, Belum Turun Hujan, 5.914 Warga Argasunya Krisis Air Bersih

Wakil Wali Kota Siti Farida ke lokasi terdampak kekeringan
PENAMPUNGAN AIR: Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati SPdI langsung ke lokasi terdampak kekeringan di RT 6 RW 8, Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Selasa (13/10/2026). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hujan belum kunjung turun. Ribuan warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, masih bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Kota Cirebon pun memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 30 November 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat, kekeringan berdampak pada 1.776 kepala keluarga (KK) atau 5.914 jiwa. Mereka tersebar di tiga wilayah, yakni RW 06 Kedung Krisik Selatan, khususnya RT 5 dan RT 6, RW 08 Kopiluhur, serta RW 09 Cibogo.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, distribusi air bersih terus dilakukan secara berkala. Sejak awal musim kemarau pada Juli hingga 13 Oktober 2026, total air yang disalurkan ke wilayah Argasunya mencapai 407.000 liter.

Baca Juga:Gugah Gaman Cirebon, Keris Nasional Bakal “Kuasai” Pendopo BupatiDorong Mahasiswa Melek Finansial dan Berani Berbisnis, HIPMI PT IPB Cirebon Gelar Seminar Kewirausahaan 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansya, mengatakan penyaluran air dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan lembaga. Upaya tersebut bertujuan memastikan bantuan menjangkau warga yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

Distribusi melibatkan Perumda Air Minum (PDAM), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Palang Merah Indonesia (PMI), Kodim 0614/Kota Cirebon, Korpri, serta PT Polytama Propindo. BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk memperlancar penyaluran bantuan.

Meski pasokan air yang disalurkan telah mencapai ratusan ribu liter, upaya tersebut masih bersifat penanganan darurat. Kebutuhan air bersih warga diperkirakan tetap tinggi selama musim kemarau berlangsung, terutama karena hujan belum turun secara signifikan.

Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan diperkirakan mulai muncul pada November 2026. Kondisi tersebut membuat penanganan kekeringan di Argasunya perlu terus dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.

Sebelumnya, Pemkot Cirebon menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026. Status tersebut berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.

Namun, karena kondisi cuaca belum menunjukkan perubahan signifikan, masa siaga darurat diperpanjang hingga 30 November 2026. Evaluasi penanganan akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan dan kebijakan pemerintah.

Wakil Wali Kota Turun Langsung ke Kopi Luhur

WAKIL Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati SPdI meninjau langsung lokasi terdampak kekeringan di RT 6 RW 8, Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Selasa (13/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia mendapati bak penampungan air warga dalam kondisi kosong akibat krisis air bersih.

0 Komentar