Gugah Gaman Cirebon, Keris Nasional Bakal “Kuasai” Pendopo Bupati

Gugah Gaman Cirebon
EKSISTENSI: Gugah Gaman Cirebon akan digelar pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Pendopo Bupati Cirebon. FOTO : TOSAN AJI FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Keris bukan sekadar bilah besi yang tersimpan di balik kaca. Di dalamnya ada sejarah, seni, filosofi, dan jejak panjang peradaban nusantara.

Warisan itulah yang hendak dibangkitkan melalui Pameran Keris Nasional bertajuk “Gugah Gaman Cirebon”, yang akan digelar pada 30, 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Pendopo Bupati Cirebon.

Pameran ini bukan hanya menjadi ajang memamerkan benda pusaka. Lebih dari itu, ada misi membangunkan kembali kecintaan masyarakat terhadap tosan aji, sekaligus mendekatkan warisan leluhur kepada generasi muda yang mungkin selama ini hanya mengenal keris dari cerita atau gambar.

Baca Juga:Pengurus DPC PKB Kota Cirebon Dikukuhkan, Farida Tegaskan Kredo Peduli Umat Melayani RakyatHingga Oktober Baru Satu Paket, Rp3,68 Miliar untuk 28 Paket Perbaikan Jalan Lingkungan

Ketua Paguyuban Seni Kreatif dan Tosan Aji (Saketi), Gunawan Wibiksana SIP, menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menjaga keris sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Semangat Gugah Gaman, kata Gunawan, harus menjadi gerakan untuk merawat tradisi, menghargai karya para empu, dan meneruskan pengetahuan tentang tosan aji kepada generasi berikutnya, khususnya di Kabupaten Cirebon.

“Warisan budaya tidak cukup hanya dibanggakan. Tapi harus dipahami, dirawat, dan dikenalkan agar tidak berhenti sebagai cerita dari masa lalu,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Saketi, Angga Maradeka SE yang juga pemerhati kebijakan publik, menilai pelestarian budaya membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak.

Dari sudut pandang kebijakan publik, kegiatan semacam ini memiliki manfaat yang lebih luas. Bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kebudayaan.

“Karena itu, pameran keris tidak semestinya dipandang sebatas agenda komunitas pencinta pusaka. Ada potensi besar untuk menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sejarah Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Terlebih, Cirebon memiliki jejak sejarah dan tradisi budaya yang kuat. Pameran ini diharapkan ikut menegaskan posisi Cirebon dalam khazanah budaya nusantara.

Baca Juga:SD Islam Al-Azhar 29 Semarang Raih Juara PertamaAlesha Hilwa Raih Emas Panahan, Hafal 7 Juz Alquran

Yang menarik, pengunjung tidak hanya disuguhi koleksi keris. Panitia juga menghadirkan demonstrasi tempa keris oleh Empu Lingga Nugraha, putra daerah Kabupaten Cirebon.

“Melalui demonstrasi itu, masyarakat berkesempatan melihat lebih dekat proses pembuatan keris, sebuah keterampilan tradisional yang membutuhkan ketekunan, keahlian, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi,” tandasnya.

0 Komentar