Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan menghadirkan lebih banyak ruang edukasi bagi anak-anak. Melalui pendekatan perlombaan, nilai kebangsaan diharapkan tidak hanya dikenalkan secara teoritis, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, yang turut menjadi salah satu juri dalam perlombaan. Ia mengapresiasi semangat peserta yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan mereka dalam menghafal Pancasila maupun UUD 1945.
Sri menilai, keberanian anak untuk tampil di depan umum merupakan nilai penting yang patut dihargai, selain kemampuan menghafal dan hasil perlombaan.
Baca Juga:Disdik Kota Cirebon Setuju Wacana Kebijakan Tinggal KelasKRI Dewaruci di Cirebon, Masyarakat Boleh Naik
“Yang saya banggakan itu mereka berani tampil. Mereka berani berbicara dan bersuara. Itu yang menjadi kebanggaan kami sebagai anggota DPRD,” katanya.
Ia berharap pendidikan kebangsaan dapat diperkuat melalui kegiatan serupa di berbagai wilayah, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, dengan melibatkan sekolah, guru, orang tua, dan instansi terkait.
Sri juga menyoroti pentingnya mengarahkan anak-anak agar tidak hanya terpaku pada penggunaan gawai, tetapi memiliki kesempatan mengikuti kegiatan edukatif yang mendorong interaksi sosial, keberanian, dan pengembangan potensi diri.
Apresiasi serupa disampaikan Atih Yuniear, staf Dinas Pariwisata Kabupaten Kuningan pada bidang olahraga, yang juga bertugas sebagai juri. Ia mengaku bangga melihat dukungan orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak agar mampu menghafal Pancasila dan berani mengikuti perlombaan.
Menurut Atih, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi sekaligus mengembangkan potensi anak. Ia berharap kompetisi serupa dapat berlanjut ke jenjang lebih tinggi, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Saya berharap anak-anak ini tumbuh menjadi anak-anak yang sukses dengan keberaniannya,” ungkapnya.
Kehadiran unsur DPRD dan pemerintah daerah melalui perwakilan Disporapar menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan edukatif yang menggabungkan pengembangan kemampuan anak dengan penanaman nilai kebangsaan. (bud)
