RADARCIREBON.ID – Menghadapi musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air dan lahan pertanian, lebih dari 150 warga Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Desa Cipaku itu berlangsung di Lapangan SDN Cipaku II dengan diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, pemuda, serta para siswa dan guru pada Rabu 21 Oktober 2026.
Kepala Desa Cipaku, Nono Karsono, S.M., memprakarsai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang terdampak kemarau. Salat istisqa juga menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kekeringan yang mengancam aktivitas pertanian.
Mayoritas warga yang mengikuti salat merupakan petani yang menggantungkan penghidupan pada hasil bumi, terutama komoditas palawija. Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi mereka untuk kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam. Karena itu, turunnya hujan diharapkan dapat memulihkan kondisi lahan pertanian sekaligus membantu menjaga perekonomian warga.
Baca Juga:Rusdianto Tegas Tertibkan Aset PD Pembangunan: Kalau Bukan Haknya, Selesaikan Secara HukumLPPM UMC Raih Penghargaan Kepala Dinas Sumba Barat Daya dalam Pengabdian 3T
Salat istisqa dipimpin oleh Ustaz Maman Surahman yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khotbahnya, ia mengajak jamaah memperbanyak istigfar, bertobat kepada Allah SWT, dan memperkuat keimanan. Ia juga mengingatkan bahwa hujan merupakan rahmat Allah SWT yang diharapkan kembali membasahi bumi dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Kehadiran siswa dan guru SDN Cipaku II menambah kekhidmatan kegiatan tersebut. Seluruh jamaah mengikuti salat dan doa bersama dengan harapan kemarau segera berakhir, sumber air kembali tersedia, dan lahan pertanian dapat kembali produktif. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Cipaku bersama masyarakat berharap doa yang dipanjatkan menjadi jalan turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan warga.
