RADARCIREBON.ID–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Titik api yang terdeteksi di Grid 15, Resor Pasawahan, Satuan Pelayanan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, sejak Rabu (21/10) malam, masih belum berhasil dipadamkan hingga Kamis (22/10) pagi.
Tim gabungan dari berbagai unsur terus berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. Di antaranya tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC, BPBD Kuningan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, masyarakat peduli api (MPA), hingga masyarakat sekitar kawasan hutan dan mitra wisata TNGC.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana membenarkan kejadian tersebut dan langsung memimpin pergerakan pemadaman. BPBD menerjunkan 18 personel untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan konservasi Gunung Ciremai.
Baca Juga:Cegah Risiko Hukum, RSUD Linggajati Gandeng Kejari Kuningan untuk Pendampingan HukumBupati Kuningan Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal
“Tim BPBD bergerak membantu penanganan kebakaran hutan di wilayah TNGC. Sebanyak 18 personel sudah diterjunkan,” ujarnya.
Menurutnya, tim telah disiapkan bersama sejumlah peralatan untuk mendukung proses penanganan kebakaran di lokasi kejadian. Pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya bersama, untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area hutan lainnya.
Sementara pihak TNGC melalui akun media sosial resmi Gunung Ciremai menginformasikan, bahwa kebakaran terdeteksi pada Rabu malam sekitar pukul 20.44 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan patroli udara dalam rangka pengendalian karhutla di SPTN Wilayah I Kuningan, titik api masih terlihat menyala.
Dalam pembaruan informasi pada Kamis (22/10) pukul 07.15 WIB, TNGC menyatakan api belum berhasil dipadamkan. Tim gabungan pun masih terus melakukan upaya pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.
Selain Brigdalkarhutla TNGC dan BPBD Kuningan, penanganan melibatkan Balai Brigdalkarhutla Jabalnusra, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, MPA, mitra wisata TNGC, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas. Meski demikian, perkembangan penanganan masih bergantung pada kondisi di lapangan.
Pihak TNGC juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan, serta memastikan tidak ada api yang ditinggalkan di lahan.
