Kapolres Kuningan Pimpin Pemantauan dan Pemadaman Kebakaran Ciremai

Ist 
SINERGI: Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama turun langsung untuk memantau dan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNGC, sekaligus memastikan keselamatan petugas di medan terjal.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama turun langsung memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Ini dilakukan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal, sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Di tengah kepulan asap dan hamparan semak belukar yang terbakar, Kapolres bersama personel kepolisian dan tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik api. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di lapangan, sekaligus mengevaluasi strategi penanganan kebakaran di tengah kondisi medan yang cukup terjal.

Dalam penanganan karhutla tersebut, Polres Kuningan bersinergi dengan unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, serta masyarakat peduli api.

Baca Juga:Karhutla di Gunung Ciremai Kembali Membara, Petugas Gabungan DiterjunkanKarhutla Gunung Ciremai Meluas, Bakal Siapkan Water Bombing

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menegaskan, kehadiran kepolisian di lokasi kebakaran merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung penanggulangan bencana sekaligus melindungi kelestarian ekosistem Gunung Ciremai. Upaya pemadaman tidak hanya berfokus pada pengendalian titik api, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh personel gabungan bekerja secara efektif dalam mengendalikan titik api. Sekaligus memastikan keselamatan petugas yang berjuang memadamkan api di medan yang cukup terjal ini,” ujarnya.

Meski Minggu (25/19) ini, karhutla Ciremai dinyatakan padam, Polres Kuningan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, serta memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan maupun lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Perlindungan kawasan TNGC membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Selain kerja keras petugas di lapangan, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran kembali terjadi dan menekan risiko kerusakan ekosistem yang lebih luas,” pungkasnya. (ags)

0 Komentar