KDM Sebut Api di Gunung Ciremai Padam, Operasi Modifikasi Cuaca Dikebut

Ist 
WATER BOMBING: Helikopter EC-725/H225M Caracal TNI AU melakukan operasi water bombing untuk memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan seluruh titik api berhasil dipadamkan pada Minggu (25/10).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Seluruh titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dinyatakan berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif melalui operasi udara dan pengerahan personel gabungan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kabar tersebut pada Minggu (25/10), sekaligus menyiapkan langkah lanjutan untuk mengantisipasi kebakaran kembali meluas.

“Hari ini seluruh titik api di Gunung Ciremai berhasil dipadamkan,” tulis Dedi Mulyadi di akun Instagram resminya.

Karhutla yang melanda kawasan TNGC diperkirakan telah menghanguskan areal seluas 50 hingga 60 hektare. Kepala Balai TNGC Kuningan Toni Anwar menyebut, angka tersebut merupakan perkiraan awal berdasarkan kondisi penanganan di lapangan.

Baca Juga:Karhutla di Gunung Ciremai Kembali Membara, Petugas Gabungan DiterjunkanKarhutla Gunung Ciremai Meluas, Bakal Siapkan Water Bombing

Keberhasilan pengendalian api tersebut, tidak terlepas dari dukungan operasi pengeboman air atau water bombing yang dilakukan TNI Angkatan Udara. Metode ini menjadi andalan karena sebagian kawasan terdampak berada di lereng terjal dengan akses terbatas, sehingga berisiko tinggi dijangkau petugas melalui jalur darat.

Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan helikopter EC-725/H225M Caracal dari Skadron Udara 8, Wing Udara 4 Lanud Atang Sendjaja, dengan dukungan pangkalan operasi di Lanud Sugiri Sukani, Majalengka.

Helikopter tersebut melakukan penyiraman air secara berulang ke kawasan vegetasi yang terbakar. Dengan kapasitas angkut hingga 2.000 liter air dalam sekali penumpahan, operasi udara diharapkan mampu menjangkau titik-titik yang sulit ditembus petugas darat.

Sebelumnya, kobaran api dilaporkan meluas di sejumlah kawasan rawan, termasuk wilayah Pasawahan dan Blok Batu Arca, hingga mendekati perbatasan Kabupaten Majalengka. Medan curam, angin kencang, serta vegetasi kering menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian kebakaran.

Seribuan personel gabungan pun dikerahkan untuk melakukan penanganan dari darat, termasuk membuat sekat bakar guna membatasi pergerakan api agar tidak semakin meluas.

Meski Gubernur KDM menyatakan titik api telah berhasil dipadamkan, upaya penanganan tetap diarahkan untuk memastikan kondisi kawasan terkendali dan mencegah kebakaran kembali meluas. Salah satu langkah yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) ke awan potensial.

Strategi ini ditujukan untuk merangsang pertumbuhan awan hujan, sehingga presipitasi dapat membantu membasahi kawasan terdampak. “Jadi pesawat menaburkan garam dalam rangka modifikasi cuaca. Harapannya, titik-titik awan potensial yang ada di atas Gunung Ciremai bisa segera terstimulasi dan menurunkan hujan,” ujar KDM.

0 Komentar