Damkar Kota Cirebon Uji Nyali dan Kekompakan Antarpleton

Damkar kota Cirebon
Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon mengikuti kompetisi ketangkasan antarpleton pada 28–29 Oktober 2026. Foto: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

Saat ini, Damkar Kota Cirebon memiliki enam pleton. Setiap pleton terdiri atas enam regu, yakni empat regu pemadam dan dua regu penyelamatan.

Seluruh personel dilibatkan dalam kompetisi agar pembinaan keterampilan tidak hanya berfokus pada individu tertentu, tetapi menjadi bagian dari budaya latihan bersama.

Andi menjelaskan, pleton yang meraih prestasi akan mendapatkan brevet yang dipasang pada bendera masing-masing. Jumlah brevet menjadi penanda capaian setiap pleton dalam kompetisi.

Baca Juga:Nilai Investasi di Kota Cirebon Terus Meningkat, Data OSS Tembus Rp4,438 TriliunRegistrasi Ulang Bansos di Kabupaten Cirebon Capai 20 Persen

“Dari kompetisi ini, nanti pemenangnya kita kasih brevet di bendera pleton-pletonnya, sehingga bisa dilihat pleton mana yang banyak brevetnya,” jelasnya.

Selain brevet, pleton pemenang memperoleh hadiah sebesar Rp1 juta untuk kegiatan kebersamaan anggota. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menambah motivasi sekaligus mempererat hubungan antarpersonel.

Menurut Andi, kompetisi antarpleton merupakan inovasi yang diterapkan sejak dirinya menjabat sebagai kepala dinas. Program ini dirancang untuk mendorong anggota lebih disiplin berlatih dan meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan.

Ia menilai keterampilan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan tidak bisa dibangun melalui latihan sesekali. Kemampuan tersebut perlu diasah secara rutin agar personel terbiasa bekerja sesuai prosedur dan mampu berkoordinasi dalam kondisi darurat.

“Untuk meningkatkan skill itu kan harus latihan terus. Dengan begini, semua anggota regu ikut berlatih karena akan bertanding. Jadi mau enggak mau dia berlatih,” tandasnya.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kompetisi ini menjadi pengingat bahwa tugas pemadam kebakaran menuntut kesiapan setiap saat. Di balik seragam dan peralatan yang digunakan, ada keterampilan, disiplin, dan kerja sama yang harus terus dipelihara demi keselamatan masyarakat. (Cep)

0 Komentar