Nilai Investasi di Kota Cirebon Terus Meningkat, Data OSS Tembus Rp4,438 Triliun

Nilai Investasi di Kota Cirebon Terus Meningkat, Data OSS Tembus Rp4,438 Triliun
Nilai Investasi di Kota Cirebon Terus Meningkat, Data OSS Tembus Rp4,438 Triliun
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Nilai investasi di Kota Cirebon hingga Oktober 2026 terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Tercatat sampai bulan ini mencapai Rp4,438 triliun berdasarkan data sistem Online Single Submission (OSS). Namun, setelah melalui proses verifikasi, nilai investasi tersebut diperkirakan menjadi sekitar Rp2,976 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Icip Suryadi, mengatakan nilai investasi berdasarkan data OSS masih perlu diverifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga:Registrasi Ulang Bansos di Kabupaten Cirebon Capai 20 PersenAmbulu Kabupaten Cirebon Disiapkan Jadi Kawasan Industri Garam, Butuh Lahan 100 Hektare

“Di OSS mereka memasukkan nilai investasi. Verifikasi oleh kita kemungkinan sekitar Rp2,9 triliun,” ujar Icip kepada Radar Cirebon di ruang kerjanya.

Menurut dia, sebelum diverifikasi, satu perusahaan bisa mencantumkan beberapa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam pendaftarannya. Akibatnya, pencatatan nilai investasi perlu diperiksa kembali agar sesuai dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.

“Jadi, yang tertulis bisa lima KBLI,” jelasnya.

Setelah melalui proses verifikasi, nilai investasi Kota Cirebon tercatat mencapai Rp2,976 triliun. Angka tersebut melampaui realisasi investasi pada 2025 yang mencapai Rp1,9 triliun dari target Rp900 miliar.

Icip menyebutkan, investasi yang masuk ke Kota Cirebon masih didominasi sektor perdagangan dan jasa.

Namun, ia menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan yang berinvestasi di Kota Cirebon merupakan kantor cabang. Kondisi tersebut membuat sebagian pendapatan perusahaan mengalir ke kantor pusat di luar daerah.

“Perusahaan yang berinvestasi di sini (Kota Cirebon) lebih banyak sebagai perusahaan cabang,” ungkapnya.

Terkait peningkatan investasi yang belum sepenuhnya diikuti kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Icip mengatakan sejumlah proyek masih dalam tahap pembangunan. Beberapa hotel, misalnya, belum beroperasi sehingga belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.

Baca Juga:Amankan Aset, PG Rajawali II Minta Bantuan KejaksaanRevitalisasi Pasar Kanoman, Perumda Pasar: Lahan 1.900 Meter Bersertifikat dan Aset Pemkot

“Memang investasi naik, tetapi tidak otomatis PAD naik karena ada yang masih dalam proses pembangunan, seperti beberapa hotel yang belum beroperasi,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar