RADARCIREBON.ID -Camat Kapetakan Aditya Arif Maulana mengajak masyarakat melanjutkan semangat perjuangan para santri dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif.
Masyarakat juga diminta menjauhi perilaku negatif serta berkontribusi dalam pembangunan lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikan Aditya dalam kegiatan Kapetakan Bersalawat yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Kapetakan, Sabtu malam (31/10).
Baca Juga:Wakil Bupati Cirebon Jigus Dorong Santri Kuasai Teknologi, Akhlak Tetap Jadi PeganganSiswa Belajar Agama hingga Jadi Koki Cilik, SD Negeri 1 Kedawung Gelar Kegiatan ICKS 2026
Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Desa Kapetakan itu, menghadirkan penceramah KH Muhammad Farid, NZ.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Kapetakan dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kapetakan.
Sebelumnya, rangkaian peringatan HSN juga diisi dengan upacara dan ziarah pada 22 Oktober 2026.
Aditya mengatakan, Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengenang kembali peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
Terlebih, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari sejarah tersebut, kita belajar bahwa mencintai tanah air merupakan kewajiban bersama,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan perjuangan saat ini berbeda dengan masa kemerdekaan. Jika dahulu rakyat berjuang mengusir penjajah, kini semangat tersebut perlu diwujudkan dengan melawan kemalasan, menjauhi hal-hal negatif, serta melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:Tertibkan Kabel Internet Semrawut, Pemkab Cirebon Segera Siapkan Regulasi PenataanKekeringan Ekstrem, PDAM Antisipasi Penyusutan Air Baku
“Kalau dulu kita berjuang mengusir penjajah, sekarang kita mengusir rasa malas dan hal-hal negatif dalam kehidupan. Semangat perjuangan itu harus diterjemahkan menjadi upaya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Aditya berharap, para santri di Kecamatan Kapetakan dapat mengambil peran dalam pembangunan dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Ia juga menilai, kegiatan bersalawat menjadi sarana memperkuat kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kapetakan Ustad Husain Ali mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui pemerintah kecamatan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Husain, Kapetakan Bersalawat merupakan program yang telah berlangsung lama sekaligus menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan dan MWCNU dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.
