RADARCIREBON.ID- Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mulai menata arah pengembangan BUMD. Hal itu ditegaskan saat melantik pimpinan perusahaan daerah, Rabu pagi (4/11/2026). Mereka yang dilantik adalah Hendra Chandra Saputra sebagai Direktur PDAM Tirta Jati, Wachidah Silviyanti sebagai Direktur Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari, serta Dadang Priyono sebagai Komisaris Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari.
Bupati Imron mengatakan, pelantikan tersebut menjadi langkah awal penguatan perusahaan daerah agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan dan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Cirebon. Menurutnya, saat ini Kabupaten Cirebon memiliki tiga kelompok BUMD. Yakni PDAM Tirta Jati, sektor perbankan daerah, serta perusahaan baru Cherbon Nagari.
“Untuk PDAM, targetnya dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun bisa mencapai lebih dari 50 ribu pelanggan. Kami berharap kepengurusan baru bisa meningkatkan kinerja perusahaan, terutama dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Imron.
Baca Juga:Perampokan dan Pembunuhan di Kabupaten Indramayu, Tak Pernah Menyangka, Maut Datang dari TetanggaListyo Sigit Terseret Skandal Penyadapan Presiden, Ditahan Bersama Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi
Sedangkan untuk Cherbon Nagari, Imron menyadari perusahaan tersebut masih berada dalam tahap awal pembentukan. Karena itu, diperlukan persiapan matang, mulai dari kepengurusan, struktur organisasi hingga infrastruktur penunjang operasional perusahaan.
Di sisi lain, Direktur Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari, Wachidah Silviyanti, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menyiapkan sejumlah langkah strategis setelah resmi dilantik. Sebagai perusahaan baru, fokus awal diarahkan pada pembentukan fondasi organisasi dan penyusunan peta bisnis.
Menurutnya, tahap awal pihaknya akan menyusun peraturan perusahaan, struktur organisasi, serta rencana kerja lima tahun ke depan. Termasuk menyusun rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) untuk satu tahun mendatang.
Wachidah mengakui, saat ini Cherbon Nagari belum memiliki kantor maupun karyawan. Karena itu, pembentukan struktur organisasi menjadi pekerjaan pertama yang harus diselesaikan. Meski berbagai fasilitas belum tersedia, dia memastikan aktivitas persiapan perusahaan langsung berjalan. Sejumlah sektor mulai dibidik sebagai peluang bisnis. Seperti sumber daya alam, pangan, transportasi, serta sektor lain yang dinilai memiliki potensi menghasilkan pendapatan dalam waktu relatif cepat.
Ia juga memasang target agar dalam satu tahun ke depan Cherbon Nagari sudah mampu memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Cirebon. Secara realistis, pihaknya berharap perusahaan dapat menghasilkan pendapatan setara 5 hingga 10 persen dari modal yang nantinya disertakan pemerintah daerah.
