RADARCIREBON.ID – Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, mencapai sekitar 9,2 ton per hectare.
Ini berdasarkan hasil pengukuran ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon. Capaian tersebut diketahui dalam kegiatan panen bersama petani dan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Rabu (4/11/2026).
Hasil tersebut dilaporkan meningkat sekitar 25 persen dibandingkan panen sebelumnya. Peningkatan ini dicapai setelah petani menerapkan pupuk hayati cair Pureplant dalam kegiatan budidaya padi pada musim kemarau.
Baca Juga:BNPT, Pemprov Sumbar, Guru, Komitmen Cegah Radikalisme dan Kekerasan di SekolahPASI Lakukan Pemasalan lewat Kejuaraan Pelajar, dari TK hingga SMP
Direktur Utama PT Intani Bumi Lestari (IBL), Mira Rachmiati, mengatakan hasil pengukuran ubinan BPS menunjukkan produktivitas mencapai 6,5 ton per bahu atau setara sekitar 9,2 ton per hektare.
“Berdasarkan data ubinan BPS, hasil panen mencapai 6,5 ton per bahu, meningkat sekitar 1,5 hingga 2 ton dibandingkan hasil sebelumnya,” ujar Mira.
Satu bahu lahan di wilayah tersebut setara dengan sekitar 7.000 meter persegi. Dengan luasan tersebut, produksi 6,5 ton per bahu setara dengan sekitar 9,3 ton per hektare berdasarkan perhitungan konversi luas lahan.
Kegiatan panen bersama ini turut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Apip, Irma Nurjanah dari Subkoordinator Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan, serta petugas ubinan BPS, Joko dan Zamroni.
Sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian di wilayah Cirebon juga hadir untuk mendampingi petani.
KURANGI KETERGANTUNGAN PADA PUPUK KIMIA
Salah seorang petani di Blok Makam Kidul, Ipin Katul menjelaskan, varietas padi yang dibudidayakan adalah Ciherang Kristal.
Berdasarkan pengamatannya, pertumbuhan tanaman menunjukkan perkembangan yang baik, dengan jumlah anakan rata-rata 40–60 per rumpun dan sekitar 120 bulir gabah per malai.
Baca Juga:Baru Pelepasan, Atlet Kota Cirebon Langsung Raih Emas Perdana di Porprov Jabar XV/2026Cegah Radikalisme dan Kekerasan Remaja, Kuncinya Fondasi Keluarga serta Edukasi Berkesinambungan
“Anakan rumpun rata-rata 40 sampai 60, sedangkan bulir padi sekitar 120 per malai,” ungkap Ipin.
Pada musim kemarau ini, Ipin bersama sejumlah petani lainnya mengelola lahan sekitar empat hektare untuk budidaya padi dan jagung.
Dalam kegiatan tersebut, mereka mulai menerapkan pola budidaya yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk sintetis serta mengaplikasikan pupuk hayati cair Pureplant dan pembenah tanah organik HumicGen.
Ipin mengaku memantau perkembangan tanaman secara berkala selama masa budidaya. Ia berharap penggunaan pupuk hayati dan pembenah tanah tersebut dapat membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus menjaga produktivitas pertanian dalam jangka panjang.
