Tragedi Kalianyar: Tuntutan Hukuman Mati, Izin Belanja ke Cirebon, Tak Disangka Jadi Perpisahan Terakhir

Perampokan dan Pembunuhan
DOAKAN ISTRI: Dudung Badrun (tengah) memanjatkan doa di makam sang istri, Jumat (6/11/2026). Kanan, Maemunah mengaku sempat mendengar teriakan pada hari kejadian, tapi tak mengira teriakan itu dari peristiwa perampokan dan pembunuhan. Foto: Anang Syahroni/Radar Indramayu
0 Komentar

Maemunah mengungkapkan, teriakan yang ia dengar itu sekitar pukul 08.00 WIB. “Hanya teriak saja yang saya dengar, itu sekitar jam 8 lebih. Mungkin kalau teriak minta tolong pasti tahu. Terus juga rumahnya kan tinggi, jadi gak kepikiran juga akan ada kejadian itu,” katanya.

Maemunah baru sadar ketika setelah magrib melihat banyak orang berkumpul, termasuk polisi, dan keluarga korban mendatanginya dan menanyakan keberadaan korban. Yang membuat Maemunah kaget, pelakunya ternyata tetangga sendiri yang dikenal baik oleh masyarakat sekitar.

“Saya pribadi mengenal almarhumah orang yang baik dan ramah. Sering nyapa kalau bertemu. Pelaku juga warga mengenalnya orang baik. Makanya kita warga di sini tidak menyangka ada kejadian seperti ini,” tandas Maemunah. (*)

0 Komentar