Air Laut Pesisir Pantura Eretan Terpantau Naik, BMKG Minta Masyarakat Waspada

INDRAMAYU, RADARCIREBON.ID- Kondisi air laut di Kawasan Pesisir Pantura Eretan Kecamatan Kandanghaur terpantau naik, Rabu (18/1).

Bahkan, di sejumlah lokasi, air laut di Pantai Utara (Pantura) Utara Eretan itu sudah melewati breakwater (penahan ombak).

Seperti tampak di Pesisir Pantai Desa Eretan Kulon, tepatnya di samping bekas Pos Aju Polres Indramayu.

Air laut masuk dari celah-celah breakwater yang jebol lantas menggenangi daratan yang lokasinya tidak jauh dari jalan raya pantura.

BACA JUGA: Tim Gabungan Operasi PMS, Sasar Pengunjung dan Pekerja Hiburan Malam

Tak hanya disana, air laut juga tampak sudah merendam beberapa hektare area lahan garam yang berada disebelah timur jembatan Kalimenir.

Sedangkan di Desa Eretan Wetan, pasang air laut sudah memasuki permukiman warga hingga kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Air lautnya sudah mulai naik lagi. Sejak pagi hari,” ucap Yati, salah seorang warga.

Dia mengaku cukup kaget. Sebab, kondisi cuaca terbilang normal. Tidak terjadi gelombang tinggi maupun angin kencang.

BACA JUGAMinat Menjadi Anggota PPS Pemilu 2024 Tinggi, Berapa Sih Honornya?

Namun, sampai dengan pukul 10.00 WIB, genangan air laut justru makin tinggi. “Cuma mendung saja, dari kemarin juga tidak hujan deras. Hanya gerimis,” ungkapnya.

BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Air Laut pasang

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu untuk waspada.

Imbauan BMKG ini, terkait prakiraan potensi meningkatnya ketinggian pasang air laut maksimum.

Hal ini  dampak terjadinya fenomena super new moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi pada 21 Januari 2023, bakal terjadi terjadi pada tanggal 17-19 Januari ini.

Tidak  hanya di pesisir Jawa Barat saja, peringatan  tersebut juga diperuntukkan bagi sejumlah wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

BACA JUGA: Sehari Meresmikan 3 Jembatan, Bupati Nina Ingin Persingkat Jarak Tempuh Warga

Prakiraan tersebut disampaikan Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Ahmad Faa Izyn kepada wartawan, Selasa (17/1).

Ia menjelaskan, potensi banjir rob di berbagai wilayah pesisir waktunya berbeda baik hari maupun jamnya.

Komentar