Atasi Kekeringan, Kali Cilet Dibendung

Atasi Kekeringan, Kali Cilet Dibendung
MONITOR: Camat Kandanghaur Iim Nurohim bersama kuwu dan petani saat memantau rencana membendung Kali Cilet, Rabu (16/6). KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
KANDANGHAUR-Kekeringan di wilayah pantura Kecamatan Kandanghaur makin parah. Petani disana menjerit. Lantaran di saat memasuki musim tanam gadu ini pasokan air tak kunjung datang. Ribuan hektare areal persawahan terancam dibiarkan menganggur.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kecamatan (Pemcam), kuwu dan stakeholder pertanian di Kecamatan Kandanghaur putar otak. Lantas muncul ide untuk membendung Kali Cilet. Gagasan itu mulai direalisasikan, Rabu (16/6).
Satu unit excavator dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung diterjunkan untuk memulai rencana menambak kali selebar 40 meter yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Losarang itu.
“Ini salah satu upaya untuk mengatasi kekeringan, menjadi alternatif sumber pasokan air untuk kebutuhan sawah-sawah di wilayah kami,” kata Camat Kandanghaur, H Iim Nurohim SSos MSi.
Ide membendung kali yang bersumber dari Sungai Cipanas itu lantaran debit airnya cukup besar. Sehingga mubazir bila tak dialirkan ke sawah petani yang luasnya bisa mencapai ratusan hektare.
Sementara di sisi lain, kondisi Bendungan Cilet dalam kondisi rusak dan tengah dalam proses perbaikan. “Kalau tidak dimanfaatkan ya sayang. Air Sungai Cipanas mengalir kelaut, mubazir. Sementara Bendungan Karet Cilet lagi rusak. Kalau tidak dibendung, air laut nantinya malah yang masuk ke sungai,” terang Camat Iim.
Dengan cara ini diharapkan pasokan air bagi seluas 800 hektare sawah di Desa Parean Girang, Karanganyar, Wirapanjunan dan Bulak dapat terpenuhi. Bahkan tidak hanya Kecamatan Kandanghaur, sejumlah desa diwilayah Kecamatan Losarang juga dapat menikmatinya. “Semoga membendung Kali Cilet ini bisa menjadi solusi kekeringan selama musim kemarau,” pungkasnya. (kho) 
 

0 Komentar